Fatman (2020): Saat Santa Claus Turun ke Dunia Nyata, Peluru Jadi Hadiah Natal

Fatman (2020): Saat Santa Claus Turun ke Dunia Nyata, Peluru Jadi Hadiah Natal
Fatman (2020): Saat Santa Claus Turun ke Dunia Nyata, Peluru Jadi Hadiah Natal.Foto: Jambiseru.com

FILM, Jambiseru.com – Kalau selama ini Santa Claus identik dengan tawa, lonceng rusa, dan hadiah manis… Fatman datang buat menghancurkan semua ekspektasi itu. Film ini seperti bilang pelan tapi menohok: “Dunia sudah terlalu keras untuk dongeng.”

Disutradarai oleh duo Eshom & Ian Nelms, Fatman membawa konsep gila—Santa Claus yang kelelahan, bersenjata, dan harus bertahan hidup dari pembunuh bayaran. Kedengarannya absurd? Iya. Tapi justru di situ letak kekuatannya.

Santa Claus yang Lelah, Dunia yang Rusak

Mel Gibson memerankan Chris Cringle, Santa versi manusia nyata. Bukan figur ceria, tapi pria tua keras kepala yang mulai kehilangan iman… bukan kepada Tuhan, tapi kepada manusia.

Anak-anak makin banyak nakalnya. Hadiah makin mahal. Dana operasional Kutub Utara makin tipis. Bahkan Santa harus bekerja sama dengan militer AS demi menjaga bisnis Natal tetap jalan.

Di titik ini, Fatman terasa seperti kritik sosial yang dibungkus film laga.
Natal bukan lagi soal keajaiban, tapi soal bertahan hidup.

Musuh Santa: Anak Manja dan Pembunuh Psikopat

Konflik utama datang dari seorang bocah super kaya dan super menyebalkan yang tak terima mendapat sepotong batu bara sebagai hadiah Natal. Alih-alih introspeksi, ia justru menyewa pembunuh bayaran untuk… membunuh Santa Claus.

Di sinilah Walton Goggins mencuri perhatian sebagai sang pembunuh bayaran. Karakternya dingin, sinis, dan punya dendam personal pada Santa sejak kecil. Dialognya tajam. Gesturnya tenang tapi mengancam.
Pertarungan antara “Santa yang lelah” dan “pembunuh yang patah” jadi metafora menarik: dua korban dunia yang sudah kehilangan empati.

Laga yang Realistis, Tidak Berisik

Jangan berharap ledakan besar ala film action blockbuster. Fatman memilih pendekatan yang lebih sunyi dan pahit.
Adegan tembak-menembak singkat tapi berdampak

Kekerasan terasa mentah, tidak dipoles
Musik minim, suasana dingin dan muram
Film ini tidak mengejar adrenalin semata, tapi rasa tidak nyaman. Dan justru itu yang bikin nempel.

Lebih dari Sekadar Film Natal Anti Mainstream

Di balik peluru dan darah, Fatman bicara soal:
Lunturnya moral
Hukuman dan tanggung jawab
Arti memberi tanpa pamrih
Dunia dewasa yang gagal memberi contoh pada anak-anaknya

Santa di sini bukan pahlawan super. Ia bisa kalah. Ia bisa mati. Dan itu membuatnya… manusia.

Natal yang Pahit, Tapi Jujur

Fatman bukan film Natal untuk semua orang.
Tapi buat penonton yang bosan dengan kisah manis berulang, film ini seperti tamparan dingin di malam Desember.
Gelap. Aneh. Berani.
Dan justru karena itu… berkesan.

Cara nonton film gratis sub indo

Lalu bagaimana cara nonton film ini. Gampang. Buka browser, ketik yandex.com atau duckduckgo.com, setelah terbuka situs pencarian yandex atau duckduckgo, ketik “nonton film aksi Amaerika Fatman 2020 sub indo”. Tinggal pilih website mana yang mau diakses. (gie)

Pos terkait