Forum Film Jambi, Menyambut Lembaga Pendidikan Film Jambi

  • Whatsapp
Forum film jambi
Forum film jambi

Forum Film Jambi, Menyambut Lembaga Pendidikan Film Jambi

JAMBISERU.COM, Jambi – Perkembangan dunia sineas di Provinsi Jambi makin cerah. Setelah komunitas-komunitas film di Jambi bermunculan, kini, semua mendapat wadah setelah forum film Jambi (FFJ) berdiri sejak 2013 lalu.

Bacaan Lainnya

Atas olah ide dan semangat mengembangkan dunia perfileman di Jambi, Anton Oktavianto (lulusan ISI Jogjakarta jurusan film dan televisi), Naswan Iskandar (lulusan IKJ jurusan film dan televisi), Dimas Arisandi (ISI-sama dengan Anton) dan Taufik Hidayat Rusti (ISI), dibantu aktivis Jambi, Jhoni Hadi Hambali, Jhe Ediyanto, Bambang Isnaini dan Tajri Danur, pada 20 Juli 2013 Forum Film Jambi berdiri.

BACA JUGA : Perjalanan Hidup HBA Jambi, “Surat Untuk Sahabat”

Dengan program penciptaan, edukasi, pengkajian dan apresiasi, FFJ mulai berkreasi dan berkontribusi di dunia film Jambi. Forum ini berfokus pada sosial edukasi. Beranggotakan 50 orang, FFJ menaungi sekitar 15 komunitas film di Jambi.

Dalam perjalanannya, FFJ mulai mendapat perhatian pemerintah Provinsi Jambi lewat Dinas Pariwisata. Pada 2018 lalu, FFJ mendapat penghargaan Apresiasi Pesona Wisata Jambi.

“Selamat empat tahun eksis di dunia sosial dan edukasi di Jambi hingga gaungnya sampai ke tingkat nasional tanpa merepotkan pemerintah, akhirnya kita dapat penghargaan itu,” ungkap Anton diamini Jhe Edianto, Kamis (30/1/2020), di markas FFJ, Jalan Purnama RT 14 Kelurahan Suka Karya, Kota Baru, Kota Jambi.

BACA PERKEMBANGAN FILM DI SINI

Hingga kini, FFJ masih terus mengedukasi film di Jambi dalam bentuk road show, workshop, screening (bedah film) dan lain-lain.

“Agenda rutin FFJ setiap tahun adalah festival film Jambi, biasa di akhir tahun,” tambah Anton.

Karena tema festival yang diadakan FFJ selalu menyentuh dan mengena isu terkini nasional dan budaya, akhirnya FFJ mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada tahun 2019 lalu. Bantuan Bekraf disalurkan dalam bentuk alat-alat pendukung produksi film.

“Dari 1.167 proposal Bekraf seluruh Indonesia, hanya diterima 44, salah satu yang diterima FFJ. Bagi kami ini kebanggan, karena luar biasa bisa diterima dari ribuan proposal di Bekraf,” tegas Anton.

Anton menjelaskan, kenapa film menjadi penting bagi kebudayaan.

“Film sebagai representasi kebudayaan, propaganda dan media promosi kebudayaan dan sebagai diplomasi kebudayaan,” tutupnya.

Bagi yang tertarik dan ingin bergabung di FFJ, bisa menghubungi Anton di nomor HP/WA 0813-2868-3562.

Atau bisa lihat di grup Facebook “Forum Film Jambi”. Video-video kegiatan FFJ bisa dilihat di chanel youtube “Forum Film Jambi”. Profil FFJ bisa dilihat di sini.

Goal FFJ adalah mempersiapkan segala sesuatu untuk mendirikan lembaga penndidikan formal film Jambi. Karena, hingga saat ini belum ada lembaga seperti itu di Jambi.(san)

Pos terkait