Indo xxi, lk 21 dan “Perang” Kominfo yang Tak Kunjung Usai

  • Whatsapp
Screenshangat situs rebahin.net, pengganti situs lk21 indo xxi.
Screenshangat situs rebahin.net, pengganti situs lk21 indo xxi.

Jambiseru.com – Perang antara Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kem Kominfo) RI dengan situs-situs nonton online dan download film bajakan, seperti indo xxi dan lk 21, tampaknya tak kunjung usia.

Baca Juga : Jadwal Film Bioskop Jambi di Jamtos, WTC, Transmart dan Lippo Plaza Hari Ini Jumat 6 Maret 2020

Bacaan Lainnya

Pantauan Jambiseru.com sejak awal Januari 2020 hingga awal Maret 2020, ada ratusan situs serupa indo xxi dan lk 21 bermunculan di dunia maya. Trik mereka sama, yakni, terus mengganti nama domain mereka secara bersamaan sehingga sulit dilacak.

Ekstensi domain seperti .info, .com, .net, .club, sering digunakan rombongan pengelola indo xxi dan lk 21 ini.

Misalnya terlacak oleh Kominfo, lalu diblokir lewat situs positif telkom, maka tak berapa lama akan muncul lagi domain baru dengan ekstensi berbeda.

Saat ini saja, indo xxi atau lk 21 yang masih bisa diakses bebas antara lain:

https://iindoxxi.info/
https://indo-xxi.net/
http://movieindoxxi.me/
https://xxiindo21.com/
http://inxxi.info/

Belum lagi situs-situs lain yang serupa seperti ganool, jejakfilm, juragan film, rebahin dan ratusan situs lain yang menyediakan film bajakan.

Baca Juga : List 53 Movie Streaming Terlaris di Google Play

Di satu sisi, situs download film dan nonton online film bioskop ini sangat menguntungkan para pecinta film gratis. Tapi, di sisi lain, layanan nonton gratis seperti ini merugikan para pelaku industri film.

“Kami kalau gratis, mau lah. Pusing juga sejak indo xxi dan lk 21 ditutup,” ungkap Doni (23), warga Kota Jambi kepada Jambiseru.com, Jumat (6/3/2020).

Eri (33) mengaku hal sama. Katanya, kalau malam hari sudah jadi kebiasaannya menonton film bioskop gratis di situs-situs streaming movie dan download film online.

“Tapi sekarang agak susah sejak indo xxi ditutup. Paling buka juraganfilm atau bioskopkeren lah,” aku warga Seberang Kota Jambi ini.

Ditanya soal hak cipta dan film bajakan, Eri mengaku tak ambil pusing.

“Saya kan cuma nonton, yang perlu disalahin itu ya yang nyediakan tontonan gratis itu lah,” ungkapnya, santai.(san)

Pos terkait