Dengan bantuan Zeena dan Pete, Stanton berubah menjadi seorang penipu dan manipulator ulung yang serakah. Ia menyadari ada keuntungan besar yang bisa ia dapatkan dari merebut harta para kaum elit New York. Bermodal pengetahuannya, ia mulai merencanakan penipuan terhadap pengusaha kaya raya namun berbahaya bersama seorang psikiater misterius, Dr Lilith Ritter (Cate Blanchett), yang mungkin akan membawanya ke akhir kejahatannya.
Penceritaan film Nightmare Alley disajikan oleh del Toro dalam struktur tiga babak dengan alur yang terbilang lambat. Sedikit banyak gayanya ini mengingatkan dengan yang sudah ia hadirkan sebelumnya di Crimson Peak, film garapannya di tahun 2016. Hal ini menyebabkan, harus diakui bahwa film besutannya kali ini lebih tersegmentasi ketimbang sebelum-sebelumnya.
Ada banyak hal yang bisa diapresiasi tentang Nightmare Alley. Dari awal hingga akhir, sang sineas memastikan filmnya memiliki sinematografi yang indah yang secara luar biasa menggambarkan gaya visualnya yang unik di depan kamera. Skor musiknya juga memukau, dan menambahkan banyak kedalaman emosional pada premis dan karakter.
Jelas bahwa Del Toro menyukai materi sumbernya, dan mampu melihat kesempatan untuk menjelajahi kegelapan dan kengerian tanpa harus membelok ke arah supranatural. Sebagai informasi film noir adalah perihal yang sulit diwujudkan. Sudah banyak sineas yang gagal kala mencoba bermain di ranah ini. Namun, del Toro yang jangan lupa pernah menjelajahi ranah gotik dengan Crimson Peak dan The Shape of Water, tapi juga pernah menghadirkan aksi yang kental nuansa anime Jepang lewat Pacific Rim, nyatanya terbukti mampu lumayan baik menavigasi ranah noir ini.












