Kapolri Tito Copot Kapolda Riau Widodo Eko, Terkait Karhutla?

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri. (Suara.com/M. Yasir)
Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri. (Suara.com/M. Yasir)

JAMBISERU.COM – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot Irjen Widodo Eko Prihastopo sebagai Kapolda Riau.

Dia diganti oleh Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang sebelumnya Pati Baintelkam Polri (Penugasan pada BIN).

BACA JUGA: Kapolri Juga Copot Kapolda Papua Rudolf Alberth Rodja

Bacaan Lainnya

Sementara Widodo dimutasi dalam jabatan baru sebagai Pati Baintelkam Polri (Penugasan pada BIN). Mutasi pejabat kepolisian ini tercantum dalam surat telegram nomor ST/2569/IX/KEP/2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan mutasi ini tidak berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.

“Mutasi ini adalah hal yang alami dalam organisasi polri sebagai tour of duty dan tour of area, penyegaran, promosi dan dalam rangka peningkatan performa kinerja organisasi menuju SDM unggul dan promoter,” kata Dedi saat dikonfirmasi, dilansir Suara.com–media partner Jambiseru.com, Jumat (27/9/2019).

Diketahui, per Agustus Provinsi Riau menjadi provinsi dengan hutan yang terbakar terluas yang mencapai 49.266 hektare lahan terbakar.

Kekinian hujan buatan yang diupayakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah sedikit mengurangi titik api.

Per 24 September kemarin, tingkat polutan di Pekanbaru setelah hujan pada Senin (23/9/2019) turun dari sekitar 700 menjadi di angka 160-180, namun naik lagi pada Selasa pagi menjadi 234 mendekati kategori sangat tidak sehat.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, satelit Terra Aqua pada pukul 06.00 WIB menunjukkan ada 39 titik panas sebagai indikasi karhutla di Riau.

BACA JUGA: Kirim Surat ke Jokowi, Yasonna Mundur dari Menkumham

Lokasi paling banyak di Kabupaten Rokan Hilir dengan 19 titik, Indragiri Hilir 10 titik, Kota Dumai enam titik, Kabupaten Bengkalis tiga titik, dan Kepulauan Meranti satu titik.

Dari jumlah tersebut, ada 27 yang teridentifikasi titik api. Lokasi paling banyak di Rokan Hilir dengan 13 titik dan Indragiri Hilir delapan titik, sedangkakan sisanya di Dumai empat titik dan Bengkalis dua titik. (put)

Pos terkait