Kebiasaan Pakai Earphone saat Begadang, Wanita Ini Menbagian depank Tuli Sebelah

Earphone, headphone. (Shuttertock)
Earphone, headphone. (Shuttertock)

Kebiasaan Pakai Earphone saat Begadang, Wanita Ini Menbagian depank Tuli Sebelah

Jambi Seru – Mendengarkan musik salah satu cara untuk mengatasi kebosanan, menenangkan pikiran dan membuat tidur lebih nyenyak. Namun, kebiasaan mendengarkan musik menggunakan earphone atau headset mungkin perlu dikendalikan.

Baca JugaZodiak Kesehatan 7 Februari 2020: Taurus dan Sagitarius Butuh Relaksasi

Bacaan Lainnya

Seorang wanita 28 tahun asal Taiwan menbagian depank tuli sebelah karena penggunakan earphone selama beberapa jam hingga tertidur.

Sebelum kejadian dilansir Suara.com (media partner Jambiseru.com) dari worldofbuzz.com, wanita bernama Xiao Jing sedang menonton serial drama untuk menghilangkan stres setelah bekerja seharian. Xiao Jing menonton serial drama sambil menggunakan earphone selama perjalanan pulang bekerja.

Xiao Jing mengaku sudah memiliki kebiasaan itu selama sebulan terakhir. Sampai ia menyadari tidak bisa mendengar suara apapun dari telinga kirinya.

Ia pun berusaha mengganti earphone dua kali karena mengira itu rusak. Tetapi, usahanya tak berhasil dan Xiao Jing tetap tidak bisa mendengar suara apapun dari telinga kirinya.

Kabel earphone [pexels].
Kabel earphone [pexels].
Saat itulah Xiao Jing mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan telinganya, bukan masalah earphone miliiknya. Akhirnya, Xiao Jing memutuskan pergi ke dokter.

Kemudian Dokter mendiagnosis Xiao Jing mengalami gangguan pendengaran sensorineural menbagian depank (SSHL), yang umumnya dikenal sebagai ketulian menbagian depank.

Beruntungnya, Xiao Jing segera memeriksa kondisi telinga kirinya ke dokter. Jika ia menunggu lebih lama lagi, mungkin telinga kirinya tidak akan bisa mendengar suara apapun selamanya.

Akibat kebiasaan buruknya, Xiao Jing harus menjalani perawatan dengan steroid dan terapi oksigen hiperbarik (HBOT). Setelah perawatan itu, pendengaran telinga kirinya kembali normal sekitar 80 persen.

Ilustrasi operasi plastik daun telinga. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit telinga. (Shutterstock)

Dokter Zhang dari Departemen Otolaringologi di Rumah Sakit Luodong Bo-ai, mengatakan sebagian besar penyebab ketulian menbagian depank tidak diketahui. Tetapi, kondisi ini bisa terjadi akibat stres, infeksi virus, penyakit autoimun, obat-obatan, trauma atau tumor.

Zhang menyarankan seseorang yang mengalami kondisi ini segera mungkin meminta pertolongan medis. Karena, kondisi ini lebih sulit disembuhkan dan makin parah jika didiamkan lebih dari 3 hari.

Dokter juga menjelaskan bahwa kondisi ini tidak hanya berisiko pada orang tua. Orang dewasa muda justru lebih berisiko karena mereka lebih sering memiliki kebiasaan begadang.

Baca Juga Berita Jambi Lain : Jadwal Film Bioskop WTC Jambi Hari Ini, Jumat 7 Februari 2020

Jika seseorang sudah didiagnosis tuli menbagian depank, mereka harus menyesuaikan jadwal tidurnya agar tidak kebiasaan begadang lagi. (ndy)

Pos terkait