Bupati Merangin Al Haris Warning Kades Jangan “Bermain” BLT

Bupati Merangin Al Haris Warning Kades Jangan “Bermain” BLT

JAMBISERU.COM – Bupati Merangin Dr H Al Haris, mewarning agar para kepala desa )(kades), jangan “bermain” dengan bantuan langsung tunia (BLT). Agar konflik di masyarakat tidak timbul seperti beberapa waktu terakhir.

Dalam menentukan penerima BLT, kata Al Haris, Kades juga harus melihat langsung ke lapangan kondisi penerima. Waspadai jika ada warga yang tidak pantas menerima BLT. Selain itu, warga yang sudah menerima BLT, tidak boleh menerima bantuan dari program lain.

Bacaan Lainnya

‘’Jangan sampai warga penerima BLT ini, karena ada unsur kedekatan dengan Kades atau kepentingan politik di desa. Jika ini dilakukan, inilah yang menjadi jalan masuknya komplik di desa,” tegas Bupati.

Ia juga menegaskan agar para camat dan kepala desa (Kades) mengawasi pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT).

‘’Jangan sampai isu BLT ini menjadi pintu masuk orang untuk mengacaukan daerah kita,’’ ujar Bupati pada rapat koordinasi (Rakor) dengan tiga Camat yang daerahnya rawan terjadi kerusuhan, Renah Pembarap, Margo Tabir dan Pamenang, Kamis (28/5/2020).

Pada rakor yang berlangsung di ruang rapat kerja bupati Merangin itu, Dr H Al Haris juga minta kepada para Kades untuk berhati-hati dalam menyalurkan dana BLT. Semua harus berdasarkan data yang valid dan tepat sasaran.

Jika di desa sudah ada isu-isu bergejolak, maka  Kades segera melapor ke camat, sehingga camat bisa langsung meneruskan ke pimpinan yang lebih tinggi, untuk segera mungkin disikapi.

‘’Kita akan mengambil langkah cepat, sehingga tidak sampai terjadi gejolak sosial di masyarakat. Untuk itu Kades harus jeli melihat masalah di desanya. Jangan sampai Kades mengambil kebijakan salah, yang bisa menimbulkan konflik,” pinta Bupati.

Selain itu bupati juga minta kepada para camat dan kades, untuk menyiapkan sarana cuci tangan di depan pintu masuk kantor, sekolah-sekolah, balai desa dan sarana umum lainnya di desa, guna menghindari virus Corona. (*)

Baca Juga : Pasien Positif Rapid Test di Batanghari Seorang Mahasiswa Kuliah di Padang

Pos terkait