Jumlah Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 15 Orang

jumlah korban meninggal kecelakaan kereta bekasi bertambah jadi 15 orang
Jumlah Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 15 Orang. Foto: jambiserucom

Jambiseru.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Bekasi Timur terus bertambah dan kini mencapai 15 orang, berdasarkan pembaruan data terbaru dari pihak berwenang. Tragedi yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL CommuterLine ini menjadi salah satu insiden transportasi paling serius, dengan puluhan korban luka yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Untuk korban luka-luka sebanyak 76 orang, namun Budi belum merincikan untuk jenis luka apa saja yang dialami para korban.

Sementara itu sebanyak tujuh keluarga korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Hingga saat ini, sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem),” kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa.

Data dari keluarga sangat dibutuhkan untuk mencocokkan identitas korban dari kantong jenazah yang saat ini masih ditangani tim forensik.

Prima menjelaskan, RS Polri telah menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari. Seluruh jenazah tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dan masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI.

Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dari keluarga dengan data setelah kematian (post mortem) hasil pemeriksaan forensik.

Untuk itu, kehadiran keluarga korban dinilai sangat menentukan kecepatan proses tersebut. “Seluruh jenazah masih dalam proses identifikasi. Kami terus melakukan rekonsiliasi data agar identitas korban dapat segera dipastikan,” ucap Prima.

Prima menambahkan, pihaknya masih membuka layanan bagi keluarga lain yang belum melapor.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut segera datang ke Posko Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati.

Bertambahnya jumlah korban jiwa hingga 15 orang dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur ini menjadi peringatan keras akan pentingnya sistem keselamatan transportasi yang lebih ketat dan terintegrasi. (ris)

sumber : antaranews

Pos terkait