Beredar Video Camat Tolak Jenazah Pakai Ambulan Cek Endra, Ini Penjelasannya

  • Whatsapp
Capture Video Camat Tolak Jenazah Pakai Ambulan Cek Endra yang beredar. Foto: Jambiseru.com
Capture Video Camat Tolak Jenazah Pakai Ambulan Cek Endra yang beredar. Foto: Jambiseru.com

Beredar Video Camat Tolak Jenazah Pakai Ambulan Cek Endra, Ini Penjelasannya

Jambi – Sebagian kalangan di Kota Jambi heboh. Pasalnya, beredar video Camat Alam Barajo, Mustari, yang menolak mobil ambulan berstiker Cek Endra untuk membawa jenazah yang berada di RT 23, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Senin (27/4/2020).

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Perindo Merangin Bagi-bagi Paket Sembako dan Masker Gratis

Di dalam video tersebut, seorang yang merekam mengatakan; “Ambulan ado gaes, ambulan ado tapi tidak digunakan. Pak Camat sanggup bawak pakek mobil pickup. Ambulan kito ditolak, da..da.. gaes,” ungkap suara di video yang berdurasi 31 detik itu.

Kemudian, di video selanjutnya, ia menyebut; “Ambulan ado ni ha, suruh naek mobil orang itu. Idak etis. Politik dijadikan tidak berpr kemanusiaan lagi. Ambulan ado ni ha, ambulan, jenazah dibawak pakek mobil dinas dio,” video kedua berdurasi 1.02 detik.

Atas video yang beredar tersebut, Camat Alam Barajo, Mustari, langsung angkat bicara. Katanya, seorang yang meninggal itu berjenis kelamin laki-laki (60) dan sebatang kara. Ia meninggal dikarenakan sakit Tuberculosis (TBC).
“Dikarenakan dia sebatang kara, Pak RT ngelapor ke Pak Lurah, Pak Lurah ngelapor ke saya (Camat). Saya ambil inisiatif untuk memangil mobil operasional Camat Alam Barajo,” katanya kepada Biru (Jambiseru), Senin (27/4/2020).
Kemudian, Mustari melanjutkan, dikarenakan saat ini ada wabah virus Corona, maka alasannya dia memangil mobil operasional.

“Kemudian, salah satu anggota PMI ada juga yang memanggil mobil ambulan. Jadi kita tunggu keduanya. Namun, yang datang bukan mobil PMI melainkan salah satu Cagub Provinsi Jambi yang datang,” sambungnya.

Kata Mustari, karena itu mobil salah satu Cagub yang datang, jadinya ia ambil inisiatif untuk membawanya pakai mobil operasional.

“Almarhum ini kan sebatang kara. Jadinya negara yang mengurusnya. Dan ini bukan unsur politik. Kecuali dia ada keluarganya, tidak berhak saya yang mengurusnya,” tegasnya.

Terpisah, seorang warga yang memvidiokan kejadian itu mengaku, awalnya pihak RT meminta pihak kelurahan dan PMI untuk segera mengirim mobil ambulan untuk mengangkut jenazah warga yang sebatang kara itu.

Warga sudah siap-siap ketika sebuah mobil ambulan datang. Tetapi warga kaget melihat mobil yang datang itu malah berstiker Cek Endra (Bupati Sarolangun yang juga bakal calon gubernur Jambi). Namun warga tak mengubris karena ambulan memang dibutuhkan pada saat itu.

Baca Juga : Update Coronavirus Jambi Hari Ini (27-04-2020), Hampir Semua Kabupaten Zona Waspada

“Tiba-tiba Pak Camat datang menolak mobil ambulan itu. Kami kan jadi kaget, masalahnya ini bukan soal pilgub atau bukan pilgub, soal jenazah yang harus segera diangkat. Dak ngerti jugo samo Pak Camat ni,” ungkap sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak disebut di media.(yog)

Pos terkait