Serangan Corona Gelombang Kedua Mengancam, Ini Kata Gugus Tugas

Wabah virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Wabah virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Serangan Corona Gelombang Kedua Mengancam, Ini Kata Gugus Tugas

JAMBISERU.COM – Serangan gelombang kedua wabah corona atau Covid-19 diprediksi bakal terjadi di Indoensia. Ini melihat dari perkembangan wabah tersebut di beberapa negara lain.

Baca Juga : Update Corona Kamis 14-5-2020, Pasien Positif di Jambi Kembali Bertambah 1 orang

Bacaan Lainnya

Seperti di negara China dan Korea Selatan, diperkirakan gelombang kedua COVID-19 sudah terjadi. Perkiraan itu timbul setelah munculnya peningkatan kasus positif COVID-19 di beberapa kota di China dan Korsel. Setelah sebelumnya kedua negara ini berhasil menurunkan drastis jumlah pasien positif. Di Indonesia, hingga Kamis (14/5/2020), jumlah kasus pasien positif Covid-19 sudah mencapai 16.006 kasus, dengan 3.518 pasien telah dinyatakan sembuh, dan 1.043 pasien meninggal dunia.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengatakan, gelombang kedua penularan COVID-19 semestinya tidak terjadi di Indonesia, jika masyarakat disiplin mengikuti protokol kesehatan yang telah dibuat pemerintah.

“Akan ada peluang untuk terjadinya gelombang kedua jika masyarakat tidak mengikuti ketentuan dari pemerintah. Kedisiplinan jalankan hidup dengan perilaku sehat adalah rekomendasi untuk menghindari gelombang kedua,” kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual berbahasa Inggris di Jakarta, Kamis.

Jika masyarakat dapat disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan, gelombang kedua COVID-19 di Indonesia dapat dicegah. Meski demikian, Wiku mengaku timnya sudah menyiapkan kebijakan untuk mengantisipasi gelombang kedua COVID-19.

Kesadaran untuk disiplin hidup sehat juga harus diadaptasi oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, tidak hanya di pusat-pusat zona merah COVID-19.

“Karena apapun yg terjadi tingkat daerah akan mempengaruhi tingkat nasional,” ujarnya.

Untuk mencegah gelombang kedua, ujar Wiku, masyarakat harus terlibat aktif. Gugus Tugas di tingkat daerah telah ditugaskan untuk mengawasi perkembangan kasus COVID-19 di wilayah masing-masing, sembari mengajak partisipasi aktif masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Protokol kesehatan itu seperti tidak ke luar rumah jika bukan hal yang mendesak, selalu mencuci tangan dengan sabun, selalu menggunakan masker, dan menjaga jarak fisik dengan orang lain.

Baca Juga : Data Terbaru di Tanjab Barat, OTG Bertambah 30 dan PDP 3 Orang

“Kita tidak bisa upayakan ini sendiri. Kita butuh partisipasi seluruh masyarakat untuk lawan pandemi ini,” ujar dia. (Tra)

Pos terkait