Terungkap dalam Sidang, Ferdy Sambo Sempat Bohongi Kapolri

sidang perdana Ferdy Sambo
Ferdy Sambo saat menjalani rekontruksi pembunuhan Brigadir J beberapa waktu lalu. (suara.com)

Jambi Seru – Sidang kasus pembunuhan Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J kembali berlanjut. Pada hari ketiga sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menghadirkan terdakwa Brigjen Hendra Kurniawan (mantan Karopaminal Div Propam Polri). Terungkap dalam sidang jika Ferdy Sambo sempat bohongi Kapolri.

Kejadian ini terjadi saat Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memanggil Ferdy Sambo pasca kasus penembakan. Saat itu Kapolri menanyakan pada Sambo, perihal keterlibatan dirinya dalam menembak Brigadir J. Namun saat itu dengan bersilat lidah, Ferdy Sambo mengaku tidak melakukannya.

“Kamu nembak (atau) nggak, Mbo?” tanya Kapolri saat memanggil Ferdy Sambo dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU, Rabu (19/10/2022).

Bacaan Lainnya

Mengutip dari laman suara.com (media partner jambiseru.com), dengan artikel yang berjudul Kapolri pun Dibohongi Ferdy Sambo: ‘Kamu Nembak Nggak, Mbo?’ Dijawab ‘Siap, Tidak, Jenderal!’ Pertanyaan Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun dijawab panjang lebar oleh Ferdy Sambo. Intinya, Ferdy Sambo menyatakan tidak menembak ajudannya, Brigadir Joshua atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

“Siap, tidak, Jenderal. Kalau saya nembak, kenapa harus di dalam rumah. Pasti saya selesaikan di luar. Kalau saya yang nembak bisa pecah kepalanya, atau jebol karena senjata pegangan saya kaliber 45,” kata Ferdy Sambo kepada Jenderal Listyo Sigit, pada Jumat, 8 Juli 2022, usai terjadinya penembakan Brigadir Joshua.

Cerita Ferdy Sambo itu diceritakan kepada Brigjen Hendra Kurniawan, Brigjen Benny Ali (mantan Karoprovost), Agus Nurpatria (Kaden A Ropaminal), dan Harun, usai dia menghadap Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Cerita ini masuk dalan surat dakwaan Hendra Kurniawan.

JPU menyebutkan bahwa Ferdy Sambo menceritakan kepada para anak buahnya itu untuk memastikan skenario “tembak-menembak” tetap dipertahankan. Padahal, fakta sebetulnya adalah bukan tembak-menembak, melainkan penembakan satu arah yang dilakukan Bharada E terhadap Brigadir Joshua atas perintah Ferdy Sambo.

Sebagaimana diketahui, Brigjen Hendra Kurniawan dihadapkan dalam sidang di PN Jaksel karena diduga menghalangi penyidikan, salah satunya adalah menghilangkan CCTV di pos security kompleks Rumah Dinas Polri dan merusaknya agar skenario “tembak-menembak” dalam kematian Brigadir Joshua di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga bisa berjalan sebagaimana keinginannya.

Ferdy Sambo pun berpesan agar masalah penembakan Brigadir Joshua agar diproses di Biro Paminal saja, yakni biro yang dipimpin Hendra Kurniawan. Hal ini dilakukan agar memudahkan atau memuluskan skenario busuk tentang tembak-menembak dalam kematian Brigadir Joshua. (tra)

Pos terkait