Polda Jambi Ungkap Jaringan Penyelundup Baby Lobster Asal Lampung dan Sumsel

Jambiseru.com – Polda Jambi sukses mengungkap jaringan penyeludup Baby Lobster asal Lampung dan Sumatera Selatan (Sumsel). Terungkapnya kasus ini, setelah polisi berhasil menggerebek rumah penampungan sementara benih lobster (BL) atau benur, di kawasan Talangbakung di Jalan Cendrawasih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, pada Selasa (13/4/2021) malam.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan 108 ribu benur yang disimpan di 36 boks styrofoam. Baby lobster tersebut sudah siap untuk dikirim. Tak hanya menngamankan 108 ribu benur, polisi juga berhasil menangkap 4 orang pelaku yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Dari hasil pengembangan, diketahui jika satu dari empat orang pelaku tersebut merupakan seorang oknum aparat yang bertugas di Provinsi Lampung.

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat. Di mana menurut informasi tersebut, ada sebuah rumah di kawasan Talang Bakung yang kerap dijadikan tempat bongkar muat Baby Lobster.

Begitu mendapat informasi tersebut, polisi langsung bergerak cepat. tim Intel Satbrimob Polda Jambi langsung bergerak melakukan penelusuran dan penyelidikan ke lokasi tersebut.

Hasilnya, polisi mendapati adanya aktivitas bongkar muat boks Styrofoam yang berisi baby lobster. Petugas mendapati para pelaku sedang memasukkan benur yang telah dikemas dakam plastik hitam ke dalam mobil. Rencananya baby lobster tersebut akan dikirim.

“Jadi rumah tersebut digunakan sebagai safehause, atau persinggahan sementara benih lobster sebelum kembali dikirim,” ungkap Sigit, Rabu (14/4/2021).

Tak ingin membuang waktu lagi, petugas kemudian langsung melakukan penangkapan. Pelaku hanya bisa pasrah saat ditangkap basah oleh petugas. Usai mengamankan pelaku, polisi juga langsung melakukan penggeledahan ke dalam rumah tersebut.

Di dalam rumah, polisi juga menemukan 36 boks styrofoam berisikan benih lobster sebanyak 108 ribu. Sedangkan 4 orang tersangka yang diamankan berinisial Ad, RI, IAN, dan BU.

“Dari pengakuan tersangka, benih lobster itu dibawa dari Provinsi Lampung, menuju Provinsi Jambi untuk dikirim diperjualbelikan ke luar negeri,” ujar Sigit.

Terpisah, Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol Nadi Chaidir saat dihubungi mengakui adanya oknum marinir yang diamankan.

“Iya mas,” jawabnya singkat tanpa merinci nama oknum marinir tersebut.
Dari informasi yang didapat, setelah dilakukan pemeriksaan awal terhadap para terduga, Ad berperan sebagai koordinator lapangan di Kota Jambi.
Dari keterangan Ad, benih baby lobster tersebut tadinya dibawa dari Provinsi Lampung menuju Provi Jambi yang dikawal oleh oknum anggota Marinir.
Selanjutnya, setibanya di Jambi ribuan benih lobster ilegal tersebut diterima oleh tersangka Ad.

Selanjutnya, Ad juga menjelaskan bahwa dari koordinator mendapatkan upah sebesar Rp7 juta dari biaya operasional sebesar Rp12 juta dalam sekali pengiriman benih BL.

Tidak hanya itu, petugas juga turut amankan 1 unit Mobil jenis Mitsubishi L 300 nopol BH 8486 HC dan 1 unit mobil Inova Reborn warna Silver nopol BH 1452 NH.

Mengetahui kabar tersebut, Danpos AL Kualatungkal Letda Laut (P) Ihlas menyanyangkan adanya oknum Marinir yang terlibat.

“Kalau memang itu ada oknum yang terlibat, tetap ditindak tegas dan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya singkat.

Untuk diketahui, pada waktu bersamaan, jajaran Reskrim Polresta Jambi juga mengamankan 135 ribu benur dengan 5 pelaku yang berasal dari Sumsel.

Pelaku dan barang bukti diamankan di sekitar wilayah Paal 10, Kota Jambi. Dari dua TKP tersebut, bila dijumlahkan keseluruhan BL tersebut sebanyak 204 ribu benur. Dan bila ditotal nilainya sebesar Rp25 miliar. (tra)

Pos terkait