SD 175 Kota Jambi Rata dengan Tanah, Ini Kronologisnya

SD 175 Kota Jambi Rata dengan Tanah
SD 175 Kota Jambi Rata dengan Tanah. Foto : Doni/Jambiseru.com

Jambiseru.com — Bangunan sekolah dasar negeri 175 yang beralamat di Lorong Bungo Tanjung, Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi rata dengan tanah.

Berita Jambiseru[dot]com LainnyaFakta-fakta Tania Ayu : DJ Cantik, Artis dan Selebgram yang Tengah Ramai Dibahas Netizen

Seluruh bangunan sD 175 baik ruang kelas, ruang guru dan TU hanggus terbakar. Kini sekolah itu rata dengan tanah.

Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Jumat (18/12/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut keterangan warga sekitar dari dugaan sementara, kebakaran itu terjadi bermula saat salah satu pihak sekolah sedang membakar sampah di kawasan sekolah.

Akan tetapi, saat sampah telah terbakar, tiba-tiba angin kencang membuat api langsung menyambar ke ruang sekolah.

“Ado pihak sekolah yang bakar sampah tadi bang disitu, tapi gara-gara angin kuat, nyambar jadinyo” Kata salah satu warga di lapangan kepada wartawan.

Sementara, Pengawas Pembina SD 175, Nurmadia menyebutkan bahwa, dalam kebakaran ini hanya tersisah alat-alat elektronik yang bisa diselamatkan.

“Kalau untuk arsip di dalam kami belum tahu. Yang terbakar ini berupa kertas,” sebutnya.

Nurmadia menambahkan, adanya kejadian ini pun pihaknya turut sedih. Kata dia, anak-anak sekolah pastinya juga sedih karena sekolahnya terbakar.

Namun, ia menyampaikan bahwa, untuk raport siswa nantinya tetap diberikan saat hari H. Siswa pun juga tidak akan dirugikan.

“Kalau untuk aktivitas belajar bisa dilakukan via daring. Pastinya siswa tidak akan dirugikan,” ujarnya.

Dijelaskan Nurmaida, untuk aktivitas guru nantinya sementara ini akan menumpang di SD 51.

“Hari Senin depan aktivitas guru SD 175 akan pindah ke SD 51. Itu sesuai dengan rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi dan Kabidnya,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Telanaipura, AKP Yumika membenarkan peristiwa kebakaran di yang menghangguskan SD 175 ini.

“Iya, api sudah berhasil dipadamkan. Damkar bekerja sama dengan masyarakat dalam memadamkan api ini,” kata AKP Yumika kepada wartawan dilokasi.

Dikatakan Yumika, penyebab terjadinya kebarakan ini untuk sementara diduga karena konsleting listrik.

“Api ini berasal dari salah satu ruang kelas, diduga adanya konsleting listrik,” beber Yumika.

Ia mengatakan, dalam peristiwa ini setidaknya ada 9 ruang kelas yang hanggus terbakar.

Berita Jambiseru[dot]com LainnyaArtis dan Selebgram TA Diciduk Polisi di Hotel, Diduga Terlibat Prostitusi

“Bagunan yang terbakar ini kebanyakan bangunan lama dari kayu. Sedangkan untuk bangunan semi permanen hanya ada beberapa,” katanya lagi.

Dalam pemadaman api ini, pihak damkar menerjunkan sebanyak 6 unit armada damkar. (uda)

Pos terkait