Jambiseru.com – Banyak orang mengira motor listrik sepenuhnya tahan air bahkan tahan banjir. Anggapan ini membuat sebagian pengguna nekat menerobos genangan tinggi tanpa pertimbangan risiko. Padahal, ada perbedaan besar antara motor listrik yang tahan air dan motor listrik yang benar-benar aman dari banjir.
Secara umum, motor listrik memang dirancang lebih terlindungi dibandingkan motor bensin. Komponen utamanya tertutup rapat dan tidak memiliki sistem pembakaran terbuka. Inilah alasan mengapa motor listrik relatif aman saat terkena hujan atau jalan basah.
Namun, tahan air tidak sama dengan tahan banjir. Tahan air berarti motor mampu menghadapi percikan, hujan, dan genangan rendah. Sementara banjir melibatkan tekanan air tinggi yang dapat memaksa air masuk ke celah kelistrikan, soket, atau baterai.
Bagian paling rentan saat motor listrik terkena banjir adalah baterai dan kontroler. Jika air berhasil masuk ke sistem ini, risiko kerusakan permanen sangat besar. Bahkan jika motor masih bisa menyala, masalah bisa muncul beberapa hari kemudian akibat korosi atau gangguan kelistrikan.
Berbeda dengan motor bensin yang bisa mati mendadak saat air masuk ke knalpot, motor listrik kadang masih bisa berjalan walau sudah terendam sebagian. Inilah yang sering menipu pengguna, seolah-olah motor listrik aman sepenuhnya. Padahal, kerusakan bisa bersifat jangka panjang.
Jika motor listrik terlanjur melewati genangan tinggi, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan. Jangan langsung mengecas motor. Biarkan motor benar-benar kering, terutama di area baterai dan port pengisian. Mengecas dalam kondisi basah sangat berisiko.
Motor listrik yang sering terkena banjir juga berpotensi mengalami penurunan umur baterai. Air dan kelembapan dapat merusak sistem manajemen baterai, yang menyebabkan kapasitas cepat menurun meskipun secara fisik baterai masih terlihat normal.
Beberapa produsen memang mengklaim motor listriknya memiliki perlindungan air tinggi. Namun, klaim tersebut tetap memiliki batasan tertentu. Tidak ada motor listrik harian yang benar-benar dirancang untuk penggunaan ekstrem seperti menerobos banjir secara rutin.
Untuk pengguna di daerah rawan banjir, kehati-hatian menjadi kunci utama. Menghindari genangan tinggi, memilih rute alternatif, dan tidak memaksakan motor melewati air adalah langkah terbaik untuk menjaga keawetan motor listrik.
Dari sisi perawatan, motor listrik yang pernah kebanjiran sebaiknya segera diperiksa. Pemeriksaan sistem kelistrikan dan baterai dapat mencegah kerusakan lanjutan yang lebih mahal di kemudian hari.
Kesimpulannya, motor listrik bukan kendaraan tahan banjir. Motor listrik hanya dirancang tahan air dalam batas tertentu. Memahami perbedaan ini sangat penting agar pengguna tidak salah kaprah dan terhindar dari kerugian besar akibat kerusakan komponen listrik.(doo)












