Opini Yuni Fitriyani : Modus Penipuan Aplikasi Penghasil Uang

Opini Yuni Fitriyani Penipuan Aplikasi
Yuni Fitriyani, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jambi.Foto: Jambiseru.com

Selama pandemi ini, banyak orang yang kehilangan pekerjaannya akibat penurunan penghasilan. Sehingga, mau tak mau perusahaan atau pabrik harus memberhentikan beberapa karyawannya karena takut tidak bisa menggaji mereka seperti sebelumnya.

Memang sangat berat bagi mereka yang kehilangan pekerjaan karena ada keluarga yang harus dinafkahi. Banyak di antara mereka yang kehilangan pekerjaan mencoba mencari pekerjaan lain dan membuka usaha kecil-kecilan, walaupun penghasilannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Selama pandemi ini juga, sangat banyak aplikasi penghasil uang yang beredar di media sosial sehingga membuat para masyarakat tergiur untuk mencobanya seperti aplikasi Tiktok Cash. Untuk mendapatkannya, tidak begitu sulit karena sudah banyak tersedia secara gratis di website termasuk Google Play Store.

Bacaan Lainnya

Di sini kita bisa mendownload berbagai aplikasi, tapi tidak semua aplikasi tersedia secara gratis. Cara memainkannya juga tidak begitu sulit, kita hanya diminta untuk menonton konten Tiktok saja.

Namun, baru-baru ini viral tentang penipuan dari aplikasi tersebut sehingga banyak kerugian yang didapat oleh pengguna yang memainkan aplikasi tersebut.

Modal bisnis yang dilakukan oleh Tiktok Cash adalah dengan membuka pendaftaran secara berbayar. Kemudian setiap anggota diberi tugas untuk menonton konten Tiktok dan merekrut anggota baru.

Dengan merekrut anggota baru, otomatis mereka mendapatkan penghasilan. Para pengguna mengira bahwa uang yang didapat berasal dari tugas-tugas yang telah mereka selesaikan. Akan tetapi, uang yang diterima pengguna sebenarnya berasal dari setiap anggota yang baru mendaftar Tiktok Cash.

Aplikasi tersebut sudah diblokir oleh Kominfo pada Rabu (10/2/2021). Juru Bicara Kementerian Kominfo yaitu Dedy Permadi menjelaskan bahwa alasan pemblokiran aplikasi Tiktok Cash ini karena adanya transaksi yang melanggar hukum dan permintaan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pos terkait