Viral, Surat Terbuka untuk Wali Kota Jambi Terkait Antisipasi Corona

  • Whatsapp
ilustrasi-virus-corona-covid-19
WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)

Viral, Surat Terbuka untuk Wali Kota Jambi Terkait Antisipasi Corona

Jambi – Update perkembangan virus covid-19 di Jambi. Virus ini makin mengancam jiwa masyarakat Jambi terutama Kota Jambi yang paling dekat dengan akses dari luar. Meski sudah berstatus siaga, namun fakta di lapangan, antisipasi penyebaran virus mematikan ini belum maksimal. Kegundahan warga Kota Jambi disampaikan lewat Surat Terbuka untuk Wali Kota Jambi yang mulai viral di media sosial.

Bacaan Lainnya

Berikut surat terbuka itu yang ditulis Mutia Jurnalis, penulis yang juga mantan jurnalis, warga Kota Jambi :

Surat Terbuka Untuk Wali Kota Jambi

Yth; Bapak Syarif Fasha

Terlebih dahulu, saya mendoakan semoga Bapak beserta jajaran dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.

Berangkat dari kerisauan hati, saya menulis surat terbuka ini untuk Bapak dan berharap Bapak segera meresponnya. Katakanlah, ini semacam kecemasan dari seorang warga yang berusaha mematuhi himbauan untuk melakukan social distancing, namun disaat yang sama pemerintah tidak ‘mendukung’ gerakan pemutusan rantai potensi penularan virus Covid-19.

Mengapa saya katakan pemerintah Kota Jambi terkesan tidak mendukung suasana social distancing? Baiklah. Saya akan paparkan. Hari ini, Minggu 22 Maret, sekira pukul 17.00, saya dibuat terkejut saat melintasi Taman Pedestarian (Taman Jomlo) yang notabene berad Persis di lingkungan perkantoran pemerintahan Kota Jambi.

Trotoar masih dipenuhi pedagang yang menjajakan jajanan dan juga arena persewaan permainan anak. Artinya di Kota Jambi (mirisnya, lokasi di seputar kantor pemerintahan dan Satpol PP), masih terdapat kegiatan yang mengumpulkan massa. Sedangkan itu jelas bertentangan dengan isi Maklumat Kepala Kepolisian Negara tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) dengan Nomor Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020.

Maklumat tersebut berlaku untuk pelarangan semua kegiatan yang berpotensi mengundang massa dalam jumlah banyak seperti seminar, lokakarya, konser musik, festival, bazar, pasar malam, pameran, unjuk rasa, kegiatan olah raga, kesenian, jasa hiburan, pawai, karnaval, hingga resepsi keluarga serta kegiatan lainnya yang mengumpulkan massa.

Memutus rantai penularan virus Covid-19 adalah tugas kita bersama dan memenuhi himbauan untuk diam di rumah serta melakukan social distancing membutuhkan kesadaran dan kerja sama semua lapisan masyarakat. Hal tersebut tentu bukan perkara mudah mengingat aktifitas sosial masyarakat yang cukup mobile. Dibutuhkan iklim yang mendukung agar himbauan dan maklumat tersebut dapat terwujud dan bermuara pada “putusnya” penularan virus.

Terlebih di Kota Jambi, status waspada Corona telah naik status menjadi siaga Corona yang telah di tanda tangani gubernur. Sampai surat terbuka ini saya tulis, terdapat 86 Orang Dalam Pantauan (ODP) seperti yang diberitakan beberapa media.

Mengingat cepatnya persebaran virus tersebut, selaku warga, saya memohon dengan sangat kepada Bapak agar meniadakan, menutup, merazia aktifitas yang berpotensi mengumpulkan massa, bil khusus di Taman Pedestarian Jomlo Kota Jambi.

Mari kita bersama-sama bergandeng tangan menciptakan iklim yang mendukung untuk memutus rantai penularan Covid-19. Kami (masyarakat) mematuhi maklumat, pemerintah mendukung dengan meniadakan aktifitas pengumpulan massa. Harapan kami sebagai warga, semoga virus laknat ini segera musnah tidak hanya dari bumi pertiwi tapi juga dari muka bumi. Aamiin.

Hormat Saya;

Mutia Jurnalis

(san)

Pos terkait