Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air, Anggota Dewan RI HBA Minta Penjelasan Kemenhub

  • Whatsapp
HBA Minta Penjelasan Kemenhub
Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air, Anggota Dewan RI HBA Minta Penjelasan Kemenhub. Foto : Istimewa

Jambiseru.com – Penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, hingga kini masih jadi misteri. Rasa ingin tahu masyarakat sangat tinggi. Karena itu, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar dapil Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), mempertanyakan hal ini ke Kementerian Perhubungan RI.

“Kami harus tahu penyebab jatuhnya pesawat di Kepulauan Seribu itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Harap Menteri Perhubungan menjelaskannya secara detil,” kata HBA, dalam rapat dengar pendapat DPR RI dengan Kementerian Perhubungan, Senin(25/1/2021).

Namun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang hadir kala itu, tak mampu menjelaskan alasan rinci kenapa pesawat Sriwijaya Air bisa jatuh di sekitar pulau Laki tersebut.

Bahkan, Budi Karya Sumadi meminta waktu untuk menjelaskan ini ke anggota dewan RI pada Rabu 3 Januari 2021 mendatang.

Selain mempertanyakan penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu, HBA yang mantan Gubernur Jambi periode 2010-2015 ini, menyarankan agar Menhub RI menaikkan tipe Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah V Provinsi Jambi, menjadi tipe A, setara eselon II/a.

“Selama ini balai-balai di Jambi dijabat eselon III/a. Pertimbangannya, cakupan kerja balai seringkali berhubungan dengan instansi dan lembaga setingkat eselon II, seperti kapolda dan lainnya,” jelas HBA.

Ia juga berharap Menteri Perhubungan menambah panjang runway Bandara Sultan Thaha, Jambi. Termasuk, segera membebaskan lahan sepanjang 3.000 meter untuk perluasan bandara Jambi tersebut.

Apresiasi Kinerja Kemenhub RI

Dikarenakan Kementerian Perhubungan mampu menyerap anggaran hingga 95,58 persen pada tahun anggaran 2020, HBA langsung memberi apresiasi.

“Itu sudah luar biasa. Tidak mungkin capaiannya bisa 100 persen. Tentu saja ada kendala dan program yang tertunda,” ujar HBA pada Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Kemenhub, Senin kemarin.

Selain memberi apresiasi, anggota DPR RI asal Jambi ini juga mengkritik beberapa program Kemenhub yang gagal, atau tidak sesuai harapan. Misalnya pemasangan rambu-rambu sungai.

“Rambunya memang sudah terpasang. Tapi hurufnya kecil-kecil, kurang terbaca. Disamping itu saat ini sudah banyak tiangnya yang roboh,” kritik HBA.

HBA juga menemukan pembangunan ponton yang hasilnya mubazir. Ponton tidak berfungsi seperti yang direncanakan. HBA minta penjelasan tentang kendalanya secara detil.

“Saya minta Menteri Perhubungan, Budi Utomo Santoso, mengawasi betul proyek-proyek ini. Ini peran siapa sebenarnya. DPR hanya memberi informasi dari hasil turun ke lapangan,” tegas HBA. (*)

Pos terkait