Ditanya Program Kesetaraan Gender, Fadhil-Bakhtiar Paparkan 36 Program Priotas di Rumah Bunda

fadhil-bakhtiar
Calon Bupati dan Wakil Bupati Batanghari pasangan nomor urut 03 Muhammad Fadhil Arief- Bakhtiar.Foto: Rizki/Jambiseru.com

JAMBISERU.COM – Debat publik terbuka, calon Bupati dan Wakil Bupati Batanghari Fadhil-Bakhtiar dan pasangan lainnya mulai memasuki tahap tanya jawab atau saling adu gagasan untuk saling menyakinkan para masyarakat untuk memilih mereka pada 09 Desember 2020 mendatang.

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Kuasi Panggung Debat Publik, Pasangan Fadhil-Bakhtiar Ungguli Pasangan Lainnya

Dalam tahapan debat tersebut terlihat Calon Bupati dan Wakil Bupati Batanghari Muhammad Fadhil-Bakhtiar berhasil menguasi panggung debat dengan jawaban-jawaban yang cerdas dan tepat dari pertanyaan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Batanghari lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam debat tersebut, calon Bupati nomor urut 03 dengan cerdas menjawab pertanyaan yang diajukan oleh calon Bupati nomor urut 01 Yuninta tentang kesetaraan gender karena perempuan berhak atas kehidupan yang lebih baik dalam segala bidang.

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Ini Misi Pertama Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo

M. Fadhil Arief menjawab, sesuai dengan ajaran agama bahwa semua manusia yang dilahirkan ke dunia ini mendapatkan perlakuan yang sama, dengan secara alami dia memiliki tugas, fungsi dan peran yang berbeda.

“Tapi Indonesia sudah menjamin bahwa gender ini diberlakukan sama. Jadi ada bahasa yang selama ini seolah mengecilkan perempuan, ada kata-kata pemberdayaan perempuan atau wanita. Seharusnya idealnya tidak ada lagi mengatakan pemberdayaan, tapi keterlibatan dimana setiap wanita dilibatkan dalam mengambil keputusan dan setiap perencanaan,” kata calon Bupati nomor urut 03 M. Fadhil Arief.

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Jalani Debat Calon Bupati Batanghari, Fadhil-Bakhtiar Terlihat Santai

Dikatakan Fadhil, maka dari itu hal ini akan dimasukan dalam 36 program prioritas dengan membangun Rumah Bunda untuk ibu-ibu atau emak-emak agar dapat berkreasi dan menyalurkan inspirasinya.

“Dan juga bisa menghasilkan uang untuk mencari nafkah bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Na ruang ini yang harus kita buka, sehingga kesempatan ini berlaku sama bagi seluruh masyarakat kabupaten Batanghari,” tuturnya.

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Debat Publik Calon Bupati Batanghari, Bisa Klik Link You Tube di Sini

Disebutkan Fadhil, selain hal itu, ibu-ibu juga bisa mengadukan masalah hidupnya, terkadang ada perlakuan yang tidak pantas, karena ada sebagian yang belum memahami kesetaraan gender.

“Jadi kalau gender ini bisa setara, tidak ada lagi bahasa-bahasa gender ya Ibu Yuninta, karena sudah diberlakukan sama oleh semua pihak. Saya yakin di Batanghari tidak ada permasalahan gender. Karena ada ibu Yuninta berpasangan dengan Mahdan, Firdau dengan Camelia, ketua DPRD kita wanita dan juga sudah pernah wanita menjadi kepala OPD,” ujarnya.

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Kualatungkal Heboh, Mayat Ditemukan Dalam Drum

Dilanjutkan Fadhil, yang menjadi masalah selama ini, bagaimana bakat dan potensi wanita bisa lebih digali dan dikembangkan lagi agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi dirinya, keluarganya dan kabupaten Batanghari.

“Ini yang akan kita lakukan di dalam rumah bunda, kita akan membuat unit pelaksanaan tekhnis wirausaha wanita, yang akan memberikan peran, skil, akses permodalan, mengajari mangerial bagi ibu-ibu bagaimana menjadi wirausahawan yang baik untuk membangkitkan ekonomi kabupaten Batanghari,” tegasnya.

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Ini Identitas Mayat yang Tenggelam Dalam Drum di Kualatungkal

Sementara itu, calon wakil bupati Batanghari nomor urut 03 Bakhtiar juga memberikan jawaban dengan cerdas terhadap pertanyaan yang diberikan oleh calon wakil bupati Batanghari nomor urut 01 Mahdan, tentang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tema bahaya narkoba dan langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Bakhtiar menyebutkan, pencegahan terhadap hal tersebut dengan cara membentuk tim secara terpadu dengan melibatkan semua pihak.

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Al Haris : “Nasib Honorer Itu, Kerjanya Paling Banyak Gajinya Paling Kecil, Jadi Harus Sejahtera”

“Untuk tindakan pencegahan kita harus memberikan ruang dan tempat yang sama sehingga tidak berkelompok. Yang ke dua, pengetahuan tentang bahaya narkoba yang harus diberikan secara menyeluruh. Serta keterampilan sehingga anak-anak ini tidak hanya menyendiri dan bergaul dengan satu kelompok,” ujarnya.

“Itu yang sering terjadi selama ini dan kita diamati secara bersama selama ini baik dari tingkat desa hingga tingkat Kabupaten. Jadi mereka dapat bergaul secara bersama dala hal positif, sehingga tidak ada lagi tempat bergaul untuk hal tidak positif,” tambahnya.

Dikatakan Bakhtiar, selain hal tersebut pendidikan agama juga sangat dibutuhkan dan dibimbing lagi dari awal untuk tindakan pencegahan terhadap bahaya narkoba.

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Irjen Pol A Rachmad Wibowo Resmi Jabat Kapolda Jambi

“Begitu juga dengan pendidikan dan pencegahan terhadap bahaya narkoba tersebut. Begitu juga dengan perlakuan dari usia kecil yang tidak ada tempat mengadu, maka narkoba jadi pelarian. Maka kita juga akan memberikan ruang hal tersebut,” katanya. (riz)

Pos terkait