Pelaku Pura-pura Temukan Mayat dan Ikut Lapor Polisi

  • Whatsapp
Konferensi pers polres muaro jambi terkait pembunuhan di maro sebo. Foto: Uda/Jambiseru.com
Konferensi pers polres muaro jambi terkait pembunuhan di maro sebo. Foto: Uda/Jambiseru.com

Pelaku Pura-pura Temukan Mayat dan Ikut Lapor Polisi

JAMBISERU.COM, Sengeti – Dua wanita tewas dengan luka tusukan di bagian bagian depan, pada Sabtu (11/1/2020) sekitar pukul 20.00 WIB kemarin terungkap.

Bacaan Lainnya

BACA JUGASadis, Usai Ditembak Dada Korban Ditikam

Kejadian yang terjadi di dalam kamar mess PT MBP Desa Bakung, Kecamatan Maro Sebo, Muaro Jambi itu dilakukan oleh HS (25) yang merupakan keponakan koban sendiri.

Kapolres Muaro Jambi, AKBP Ardiyanto mengatakan, pelaku sendiri sempat beralibi kalau ia menemukan mayat di dalam kamar mess tersebut. Bahkan, pelaku pun turut melaporkan kejadian itu ke Polsek Maro Sebo.

“Saat itu pelaku juga ikut menyaksikan olah TKP seperti tidak terjadi apa-apa di sana,” kata AKBP Ardiyanto saat konferensi pers, Selasa (14/1/2020).

Dikatakan Ardiyanto, petugas yang mulai mencuragai HS tersebut, akhirnya HS turut memeriksa saku celananya. Di sana, petugas berhasil menemukan uang yang terdapat bercak darah dari uang itu. HS pun yang awalnya jadi saksi, setelah enamnya diperiksa HS ditetapkan tersangka karena mengakui perbuatannya.

“Setelah diintrogasi petugas, HS akhirnya mengaku kalau ia telah menewaskan HT (52) yang merupakan tantenya dan NM (16) adalah sepupunya sendiri,” ujarnya.

Dijelaskan Ardiyanto, kejadian ini bermula ketika pelaku hendak meminta tolong kepada korban untuk mentransferkan sejumlah uang kepada istrinya.

Namun, bukannya ditolong, korban malah menunjukan sikap kesal kepada pelaku. Selanjutnya, pelaku yang tidak terima dengan perbuatan korban tersebut, pelaku kembali ke kamar korban dengan membawa senapa angin dan pisau. Di sana, pelaku dan korban kembali bercekcok hingga berujung maut.

“Saat itu juga pelaku langsung menembak senapa angin itu ke kening HT. Setelah itu, pelaku kembali menikam bagian depan kiri HT dengan pisau. Selain itu, NM yang marah dengan pelaku, NM pun terkena himbas dan ditikam pelaku ke bagian depannya, serta membekap korban dengan bantal hingga tewas,” jelasnya.

“Motif pembunuhan ini karena sakit hati. Karena kedua korban sering menghina pelaku serta keluarga pelaku. Dari pengakuan pelaku, perlakuan itu dilakukan korban saat korban bekerja di PT MBP tersebut. Dan puncak dari sakit hari pelaku ini saat kejadian itu. Karena korban tidak mau mentransferkan uang untuk istri pelaku,” sambungnya.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa, uang yang akan ditransferkan. Satu buah senapan angin, satu buah pisau, satu baju kaos, bantal, satu buah seprei, satu helai kain dan satu butir peluru senapan angin.

BACA JUGABeraksi di Ruang Guru, Kakak Pembina Pramuka Paksa Ciuman Bibir Siswinya

“Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 340 subsider 338 KUHP. Pelaku diancam kurungan minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup,” tandasnya. (uda)

Pos terkait