Dikritik Soal Razia Pelansir BBM, Ini Penjelasan Kapolsek Tebo Tengah

  • Whatsapp
bbm
Kendaraan dengan tangki minyak modifikasi. Foto: Rian/Jambiseru.com

Dikritik Soal Razia Pelansir BBM, Ini Penjelasan Kapolsek Tebo Tengah

JAMBISERU.COM, Tebo – Mendapatkan kritikan dari netizen terkait razia Pelansir Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 24.372.61, KM 2, Muara Tebo. Kapolsek Tebo Tengah, Iptu Moh Hasyim Asy’ari angkat bicara, dia yang memimpin langsung razia tersebut, Jumat (3/1/2020) kemarin.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Gara-gara Ayam, Anak Bunuh Bapaknya

Kapolsek menjelaskan, sebenarnya jika ingin tertib, pemerintah daerah harus membuat regulasi aturan yang jelas.

“Seharusnya Pemkab Tebo mempunyai regulasi, agar warga yang tinggal di pelosok desa dapat tercapai suplai BBM-nya. Namun hal ini jangan dijadikan modus pihak tertentu dalam rangka meraup keuntungan pribadi. Kalau masuknya ke masyarakat, masih batas toleransi, namun jika masukkan ke perusahaan atau ke PETI, itu yang harus kita antisipasi,” tegasnya kepada wartawan.

Tidak hanya itu saja, menurut Kapolsek, peredaran BBM diatur dalam UU No 22 tentang Migas, sudah sangat jelas.

“Siapapun yang memperjualbelikan BBM tanpa izin, maka ini kategori Pidana,” lanjutnya lagi.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Tebo, AKBP Zainal Arrahman yang mendukung tindakan tegas Kapolsek Tebo Tengah tersebut.

“Kapolsek bertindak karena adanya pengaduan dan keluhan masyarakat, yang susah  mendapatkan BBM, karena adanya praktek melansir yang pada dasarnya melanggar UU Migas,” terang orang nomor satu di Polres Tebo.

Ketika ditanya tentang keluhan masyarakat, jika pelansir BBM ditangkap dan dilarang, maka yang beredar di pelosok pedesaan di Tebo adalah minyak bayat atau minyak mentah yang bisa membuat kerusakan pada kendaraan. Dan masyarakat meminta agar pihak Polres Tebo juga menangkap pelaku yang mengedarkan minyak bayat tersebut. Dengan tegas Kapolres menjawab bahwa pihaknya siap menangkap pengedar minyak bayat tersebut.

“Kalau memang ada masyarakat yang menemukan minyak bayat beredar di Tebo, jangan sungkan dan takut, silahkan datang dan lapor ke Polres Tebo, kalau perlu laporkan langsung kepada saya, kita akan tangkap dan proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Kapolres. 

Sebelumnya, Razia Pelansir BBM oleh Polsek Tebo Tengah ini mendapatkan berbagai respon dari masyarakat dan netizen.

Salah akun Facebook (FB) atas nama Aslami Ya’cub terlihat memberikan respon positif.

Minyak bayat jangan lupo pak kapolsek. Tolong tertibkan, Meresahkan pengguna BBM,” tulisnya dalam kolom komentar.

Tidak hanya itu saja, sebagian lagi netizen berharap penertiban tidak hanya di Tebo saja, seperti yang disampaikan oleh akun Andriadi Oleng.

SPBU Rimbo Bujang itu sikat juga,” tulisnya.

Lain halnya dengan akun Khoidir Mursalin, ia memprotes penertiban tersebut.

BACA JUGANyinyir Soal Pesta Duren Fachrori, Akun FB Samarni Dilaporkan ke Polda Jambi

Jangan asal tangkap be pak polisi, yang melansir orang yang berjasa dipelosok-pelosok ni, jikalau tidak ada jualan BBM dikakilima itulah yang membuat masyarakat sengsara, kecuali Pemerintah mau membangun SPBU disetiap kecamatan,” tegasnya. (yan)

Pos terkait