Sudirman Jabat Komut Bank Jambi, Pengamat Perbankan: Punya Kapasitas Jaga Tata Kelola

oplus 131072
Sudirman, Komut Bank Jambi. Foto: jambiserucom

JAMBI, Jambiseru.com – Sosok Sudirman dinilai memiliki kelayakan kuat untuk mengisi posisi Komisaris Utama (Komut) Bank Jambi. Pengamat perbankan, Laila Farhat, S.E., M.M., menyebut kompetensi Sudirman selaras dengan kebutuhan tata kelola dan arah transformasi bisnis Bank Pembangunan Daerah (BPD) saat ini.

Dalam analisisnya, Laila menyoroti bahwa Sudirman memiliki fondasi kapasitas intelektual dan literasi keuangan yang memadai untuk memahami kompleksitas industri perbankan modern. Hal ini krusial untuk menghadapi dinamika regulasi, manajemen risiko, hingga implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Komisaris Utama menuntut kemampuan oversight (pengawasan) yang kuat terhadap kebijakan strategis direksi. Tujuannya guna memastikan fungsi pengawasan berjalan efektif dan berbasis prinsip kehati-hatian (prudential banking),” ujar Laila dalam keterangannya.

Laila menjelaskan bahwa pengalaman birokrasi yang dimiliki Sudirman menjadi nilai tambah signifikan. Mengingat karakteristik BPD seperti Bank Jambi memiliki keterkaitan erat dengan pemerintah daerah sebagai pemegang saham pengendali, dibutuhkan figur yang memahami kerangka kebijakan (policy framework).

“Diperlukan figur yang memahami tata kelola hubungan kelembagaan, serta mampu mensinkronkan antara kepentingan bisnis bank dengan agenda pembangunan daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Laila menekankan bahwa tantangan Bank Jambi ke depan tidak hanya bertumpu pada ekspansi kredit, tetapi juga penguatan manajemen risiko, peningkatan kualitas aset, serta percepatan transformasi digital.

Dalam konteks ini, peran Komisaris Utama sangat vital untuk menjaga agar strategi bisnis tetap berada dalam koridor risiko yang terukur. Fokus utama tetap pada menjaga indikator kesehatan bank, seperti:

Capital Adequacy Ratio (CAR)

Non-Performing Loan (NPL)

Efisiensi operasional (BOPO)

“Komisaris Utama harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian. Sosok Sudirman memiliki kombinasi pengalaman strategis dan pemahaman kelembagaan yang mendukung fungsi tersebut,” tegas Laila.

Menutup analisisnya, Laila menambahkan bahwa aspek integritas, independensi, serta governance mindset menjadi faktor krusial dalam memperkuat kredibilitas lembaga perbankan daerah. Dengan modal tersebut, Sudirman diyakini mampu menjalankan fungsi check and balance secara optimal terhadap jajaran direksi.

Laila optimistis kehadiran Sudirman di pucuk pengawasan akan meningkatkan kepercayaan publik serta mendorong Bank Jambi menjadi lebih adaptif dan kompetitif dalam menghadapi dinamika industri perbankan nasional. (*)

Pos terkait