Lawan Keputusan Pemerintah Pusat, Fasha Tolak Penetapan Kota Jambi Zona Merah

  • Whatsapp
Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Jambi, Syarif Fasha. Foto: Uda/Jambiseru.com
Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Jambi, Syarif Fasha. Foto: Uda/Jambiseru.com

Lawan Keputusan Pemerintah Pusat, Fasha Tolak Penetapan Kota Jambi Zona Merah

JAMBI – Bukannya patuh dengan keputusan pemerintah pusat, Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Jambi, Syarif Fasha justru menentang keras keputusan penetapan Kota Jambi sebagai Zona Merah Covid-19. Ia tidak terima jika Kota Jambi ditetapkan statusnya sebagai Zona Merah. Kendatipun sudah banyak pasien positif dari Kota Jambi.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Perempuan Berstatus OTG di Tanjab Barat Dimasukkan ke Tempat Isolasi

Pernyataan penolakan keputusan pemerintah pusat itu, Fasha lontarkan melalui instagram milik humas kota. Video tersebut pun sudah menyebar. Dalam video tersebut, Fasha menyatakan jika penetapan zona merah itu bukan kewenangan pemerintah pusat, tapi pemerintah daerah masing-masing atau satuan gugus tugas..

“Zona merah, orange, kuning, hijau, itu bukan kewenangan Pemerintah Pusat. Kementrian Kesehatan RI hanya berwenang mengeluarkan status PSBB,” kata Fasha melalui siaran langsung Instagram @humaskotajambi saat konferensi pers, Selasa (28/4/2020) siang.

Tak hanya pemerintah pusat saja yang disalahkan Fasha. Bahkan pemerintah provinsi Jambi pun ikut ia salahkan. Karena dianggap telah mengumumkan status zona merah Kota Jambi, tanpa melakukan koordinasi.

“Kalau provinsi mengeluarkan zonasi harus ada koordinasi dengan kabupaten yang bersangkutan,” tegas Fasha.

“Kalau status zona merah Kota Jambi yang dikeluarkan gugus tugas Provinsi Jambi kemaren itu, tidak pernah ada koordinasi. Dan tidak pernah ada rapat,” tambahnya.

Fasha menyebutkan, dengan dikeluarkannya status zona merah untuk Kota Jambi, oleh gugus tugas Provinsi Jambi, telah membuat masyarakat Kota Jambi resah.

“Jika sudah dikeluarkan status, pemerintah harus bertanggung jawab. Ini sudah membuat resah masyarakat Kota Jambi,” ujarnya.

Baca Juga : Hasil Rapid Tes Keluar, 4 Warga Sungai Penuh Positif

Fasha juga menyebutkan, sampai saat ini Kota Jambi hanya memiliki sebanyak 9 kasus positif Covid-19. Pasien positif tersebut juga hanya berasal dari dua kecamatan dan tidak ditemukan kasus positif dari kecamatan lainnnya. Dua kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Pall Merah dengan 6 kasus dan Kecamatan Alam Barajo dengan 3 kasus.

“Di Kota Jambi sendiri ada 9 kecamatan yang belum ditemukan kasus positif. Dan itu jangan sampai. Saat ini kita juga banyak melakukan rapid test di Kecamatan Pall Merah,” pungkasnya. (uda)

Pos terkait