Baru Satu Pasien Positif Corona, Kota Tegal Langsung Lockdown

  • Whatsapp
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono

Baru Satu Pasien Positif Corona, Kota Tegal Langsung Lockdown

Jambiseru.com – Ini langkah berani yang diambil Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Jawa Tengah. Begitu seorang pasien positif terserang corona virus, Kota Tegal di- Lockdown, Kamis (26/3/2020).

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Corona Merebak, Tarif PSK Jambi Turun Drastis

Pernyataan penutupan atau lockdown wilayah secara lokal itu, disampaikan langsung oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. Dedy bahkan mengaku siap dibenci karena keputusannya itu.

“Ini adalah pilihan yang pahit dan saya juga dilema. Jika disuruh memilih, lebih baik saya dibenci, daripada maut menjemput mereka (masyarakat Tegal),” kata Dedy Yon Supriyono, saat melakukan jumpa pers di Pendapa Balai Kota Tegal, Kamis (26/3/2020), dilansir indozone.id.

Local lockdown tersebut akan dilakukan mulai 30 Maret sampi 31 Juli 2020 mendatang. Sehingga, pihaknya hanya membuka jalur provinsi dan nasional

“Seluruh perbatasan akan kita tutup, tidak lagi menggunakan water barrier tetapi MBC beton untuk memagar pintu-pintu masuk. Suruh perbatasan akan kita tutup, tidak lagi menggunakan water barrier tetapi MBC beton untuk memagar pintu-pintu masuk,” tegas Dedy Yon.

Sebelumnya diketahui, seorang pasien laki-laki berusia 34 tahun asal Tegal dinyatakan positif virus corona. Warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal mulai menjadi PDP RSUD Kardinah pada 16 Maret lalu. Pasien mengeluh demam, batuk, pilek, sesak napas, dan diare.

Dalam video jumpa pers yang diunggah YouTube Odhay Official, Dedy Yon menjelaskan PDP itu baru saja pulang dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Saat di Jakarta, pasien menggunakan kereta api untuk kembali ke Tegal.

Bagaimana dengan Jambi?

Di Provinsi Jambi, pasien positif corona atau COVID-19 berasal dari Kabupaten Tebo. Namun, hingga saat ini baik Kabupaten Tebo maupun provinsi Jambi, belum berani memberlakukan lockdown meski pasien dalam pengawasan (PDP) makin hari makin bertambah.

Bahkan, dikabarkan seorang pasien yang dirawat di ruang isolasi COVID-19, RSUD Raden Mattaher Jambi, meninggal dunia beberapa hari lalu.

Baca Juga berita corona di Jambi yang lain:
Update Corona Jambi, ODP Capai 783 – PDP 21 Orang
Gawat, 5 Tim Medis RSUD Jambi Terpapar Corona
Satu Orang TKI yang Tiba di Kualatungkal Langsung Diisolasi
Pangeran yang Pernah Berkunjung ke Jambi ini Terjangkit Corona
Stok APD Minim, Dokter di Jambi Gunakan Jas Hujan Tangani Pasien Corona
Pasien ODP yang Meninggal Ternyata Belum Diuji Swab, Ikalius : Kalau Tidak Diuji Bahaya
Seluruh Anggota Dewan Muaro Jambi yang Kunker Berstatus ODP Covid-19
Dirawat Suspect Corona, Sekda Tebo Sempat Hadiri Wisuda Kampus ini
Darurat Corona, Anda Ditagih Leasing atau Bank? Tunjukkan Video Ini Atau Lapor Polisi
Kosumsi Bawang Putih dan Jahe Bisa Cegah Virus Corona?
Dukung Tim Medis Covid-19, Asosiasi Floris Jambi Berikan Karangan Bunga

 

Pos terkait