Sule Ikut Dilaporkan ke Polisi, Gegara Tertawa di YouTube Budi Dalton

Komedian Sule
Komedian Sule ikut dilaporkan ke polisi kasus dugaan penistaan agama. (suara.com)

Jambi Seru – Komedian Entis Sutisna alias Sule ikut dilaporkan ke polisi, gegara tertawa di YouTube Budi Dalton. Ia dilaporkan bersama Budi Dalton dan Saswi. Sementara yang melaporkan adalah Wasekjen Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin.

Ketiganya dilaporkan dengan kasus dugaan penistaan agama. Pasalnya, dalam tayangan YouTube tersebut, Budi Dalton sempat mengatakan kalau miras adalah minuman Rasulullah.

Sementara Novel Bamukmin mengatakan, miras atau minuman keras haram hukumnya bagi umat muslim, namun justru Budi Dalton malah menjadi candaan

Bacaan Lainnya

“Budi Dalton patut diduga melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dengan menyatakan MIRAS, Minuman Rasulullah,” kata Novel Bamukmin dikutip dari dari Suara.com (media partner jambiseru.com), dari artikel yang berjudul Tertawa Saat Miras Dikatakan Minuman Rasullah, Sule Bakal Turut Dipolisikan, Sabtu (19/11/2022).

“Saudara Budi Dalton seolah-olah menyatakan bahwa Rasullulah Muhammad SAW meminum minuman keras (Miras),” ucap Novel.

Bukan hanya Budi Dalton, komedian Sule dan Mang Saswi juga ikut terseret namanya. Sebab dalam video tersebut, hadir dua komedian ini menyaksikannya.

Budi Dalton dikenai pasal dugaan penistaan agama. Diantaranya pasal 156a KUHP Jo 27 ayat 3 Jo 28 ayat 2 Jo 40 ayat 2 Jo 40 atas 2 b UU 19 tahun 2016 tentang UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Komedian Sule dan Mang Saswi ikut tertawa menimpali dugaan penghinaan kepada Nabi Muhammad tersebut,” tutur Novel.

“Kami meminta Kepolisian untuk menindak tegas Budi Dalton dan mengembangkan perkara ini apabila didapatkan bukti adanya dugaan keterlibatan Sule dan Saswi,” ujar Novel Bamukmin.

Melansir matamata.com-jaringan Suara.com, Komedian Sule, Mang Saswi dan Budi Dalton terancam hukuman minimal 5 tahun penjara, sesuai dengan pasal yang diterapkan dalam laporan tersebut.

“Jika laporan ini benar-benar diproses, ya minimal kenanya 5 tahun penjara,” ujar Tuson Dwi Haryanto, SH MH, seorang advokat dan pengamat hukumdi Yogyakarta. (tra)

Pos terkait