Dandim 0419/Tanjab Pimpin Apel Siaga hadapi Penetapan Hasil Pilpres

Jambi seru, Kualatungkal – Jelang penetapan hasil pemilihan presiden pada 22 Mei 2019 nanti, Kodim 0419/Tanjab kian meningkatkan kesiagaan. Seluruh anggota diperintahkan untuk lebih siaga, bahkan walau diluar jam dinas. Peningkatan kesiagaan ini disampaikan Dandim 0419/Tanjab saat memimpin apel siaga di halaman Makodim, Senin (20/5/2019).

BACA JUGA : Sehabis Tarawih, Prabowo Mau Hantar Makanan untuk Eggi Sudjana dan Lieus

Dandim 0419/Tanjab, Letkol Inf M. Arry Yudistira, menyampaikan bahwa kegiatan apel siaga ini atas perintah dari Komando Atas, sehingga perlu dilakukan pengecekan serta kesiapan Personel. Apel dilakukan juga untuk mengantisipasi perkembangan situasi jelang penetapan hasil penghitungan KPU Pusat 22 Mei 2019.

Bacaan Lainnya

“Selaku prajurit kita wajib menunaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya dan kita siap mengantisipasi setiap perkembangan penetapan hasil penghitungan KPU Pusat,” ujarnya.

Dikatakan Letkol Inf M. Arry Yudistira, seluruh satuan jajaran Kodim 0419/Tanjab diminta untuk memantau situasi di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Khususnya terkait rencana pengerahan atau mobilisasi massa menuju ke ibukota daerah maupun ibukota negara. Termasuk jika nanti memang ada pengerahan massa.

“Tapi tentunya selama pelaksanaan Siaga, TNI tetap menjunjung tinggi netralitas dalam pelaksanaan tahapan pemilu yang sedang berlangsung dengan memegang teguh Pancasila, Sapta Marga & Sumpah Prajurit,” kata Letkol Inf M. Arry Yudistira.

Letkol Inf M. Arry Yudistira, juga meminta kepada Para Babinsa Kodim 0419/Tanjab, untuk selalu melaksanakan komunikasi sosial melalui pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayahnya. Para tokoh agama dan masyarakat ini juga diajak untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya.

BACA JUGA : Ratusan KPPS Meninggal, Ombudsman Temukan Maladministrasi KPU

“Kita mengajak para tokoh masyarakat ini jangan terpengaruh atau terprovokasi melakukan tindakan yang anarkis yang melanggar hukum dan inskonstitusional dalam menyampaikan aspirasi terhadap pelaksanaan tahapan pemilu,” pungkasnya. (Tra)

Pos terkait