Doa Bersamo Turun Barumo Desa Kedemangan, Pemkab Muaro Jambi Tegaskan Komitmen Sejahterakan Petani

img 20260114 wa0005
Doa Bersamo Turun Barumo Desa Kedemangan, Pemkab Muaro Jambi Tegaskan Komitmen Sejahterakan Petani. Foto: Doni/Jambiseru.com

Jambiseru.com – Tradisi Doa Bersamo Turun Barumo kembali digelar oleh masyarakat Desa Kedemangan, Kecamatan Jambi Luar Kota, pada tahun 2026.

Kegiatan yang sarat nilai budaya dan religius ini menjadi simbol harapan masyarakat agar musim tanam berjalan lancar serta hasil pertanian melimpah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muaro Jambi, Evi Syahrul, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan, sektor pertanian menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi di bawah kepemimpinan bupati saat ini.

“Program bupati jelas, yaitu mensejahterakan para petani. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah alat dan mesin pertanian yang bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat maupun kelompok tani,” kata Evi Syahrul.

Ia menjelaskan, alat-alat pertanian tersebut ditempatkan di Workshop Berbakti, bersamaan dengan peralatan yang berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU), sehingga dapat diakses dan digunakan secara optimal oleh petani.

Selain itu, Evi Syahrul juga mengungkapkan, pada tahun 2026 pemerintah ada program rehab sawah, khususnya pada lahan yang ditinggalkan sudah selama 2 tahun. Program ini nantinya akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

“Kelompok tani akan langsung merasakan hasilnya. Ini bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Jambi Luar Kota, Dede Novianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Kedemangan dan masyarakat yang tetap konsisten melaksanakan tradisi Doa Bersamo Turun Barumo.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tradisi Doa Bersamo Turun Barumo jangan sampai ditinggalkan, karena ini adalah warisan budaya yang selalu dilakukan setiap tahun dan menjadi identitas masyarakat desa,” kata Dede.

Menurut Dede, selain sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan, tradisi ini juga mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian desa.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar musim tanam tahun 2026 membawa hasil yang melimpah serta kesejahteraan bagi seluruh petani di Desa Kedemangan. (uda)

Pos terkait