Tak Gunakan Masker, Ratusan Pengendara di Kota Jambi Terjaring Razia

razia
Tak Gunakan Masker, Ratusan Pengendara di Kota Jambi Terjaring Razia. Foto : Yogi/Jambiseru.com

Tak Gunakan Masker, Ratusan Pengendara di Kota Jambi Terjaring Razia

JAMBISERU.COM – Ratusan pengendara yang melintas di jalan Gajah Mada, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi terjaring razia masker yang digelar oleh tim kelompok timur Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Baca JugaJambret di Jambi Sebabkan Korban Meninggal, Pelaku Diburu Polisi

Bacaan Lainnya

Kepala Tim (Katim) Kelompok Timur gugus tugas penaganan Covid-19 Jambi, Aipda Nana Dwi Hertanto, mengatakan, ratusan yang terjaring razia ini tidak ditindak, melainkan hanya diingatkan dan diimbau untuk selalu menggunakan masker.

“Ini dalam rangka sosialisasi penggunaan masker jelang penindakan yang diberlakukan mulai 7 Juni mendatang,” katanya, Rabu (3/6/2020).

Menurut Nana Dwi Haryanto, Sejak diberlakukan dan dimulainya tatanan hidup baru (New Normal) oleh pemerintah, masyarakat mulai ramai keluar rumah dan beraktivitas seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Jadi yang terjaring razia ini, hampir 100 orang, ada pengendara roda dua dan juga pengendara roda empat, mereka kita ingatkan,” jelasnya.

Haryanto menambahkan, kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan terus menurus sesuai instruksi Walikota Jambi Sy Fasha.

“Sosialisai mulai hari ini, siang, sore dan malam hingga nanti tanggal 7 Juni, setelah itu baru kita lakukan penindakan sesuai peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Haryanto juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah.

“Dekat, jauh, berkendara maupun jalan kaki ini harus memakai masker, bukan untuk diri sendiri tetapi untuk bersama,” tutupnya.

Terpisah, sementara, juru bicara penaganan Covid-19 Kota Jambi, Abu Bakar, menyampaikan, melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pihaknya akan memberlakukannya pada Senin (8/6/2020) nanti.

“Perwal ini akan diberlakukan pada tanggal 8 Juni 2020 nanti. Saat ini kita hanya melakukan sosialisasi,” ujarnya saat dikonfitmasi Biru (Jambiseru.com) Rabu (3/6/2020).

Kata Abu, Perwal ini dibuat untuk membuat masyarakat lebih patuh terhadap pencegahan Covid-19 dan memutus mata rantai.

Untuk sanksi yang diberikan di dalam Perwal ini, kata Abu, akan didenda sebesar Rp 50 ribu. Namun uang ini tidak dimasukan di dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) melainkan untuk membuat efek jera.

“Namun ini bukan buat PAD melainkan untuk membuat masyarakat jera. Ingatnya denda ini tidak dibuat untuk PAD, melainkan hanya untuk membuat efek jera,” tandasnya.

Baca JugaVideo Haru Pertemuan Gadis Jambi yang Hilang dengan Keluarganya

Abu melanjutkan, pihak sebagai penegak Perwal ini nantinya akan diberikan kepada tim gugua tugas penanangan Covid-19 Kota Jambi.

“Nanti diberikan wewenang untuk penegak tim gugua tugas, terdiri dari Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Polri,” tutupnya. (yog)

Pos terkait