Presiden RI Jokowi Sampaikan Duka atas Kerusuhan Malang

Presiden Joko Widodo. (Suara.com)
Presiden Joko Widodo. (Suara.com)

Jambi Seru – Presiden RI Jokowi (Joko Widodo), sampaikan duka cita dirinya atas kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2020). Apalagi kerusuhan itu merenggut ratusan nyawa.

Atas tragedi Malang itu, Presiden RI Jokowi langsung memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa menyiapkan pelayanan kesehatan terbaik.

“Saya telah meminta menteri kesehatan dan gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus pelayanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapatkan pelayanan terbaik,” kata Jokowi dalam keterangan pers di YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (2/10/2022), dilansir laman Suara.com (partner Jambiseru.com) dari artikel berjudul “Duka Jokowi Atas Tragedi Di Stadion Kanjuruhan, Instruksikan Menkes Dan Gubernur Beri Layanan Medis Terbaik”.

Bacaan Lainnya

Jokowi sangat menyesalkan terjadinya tragedi tersebut. Ia berharap di masa mendatang tidak akan ada lagi tragedi-tragedi serupa.

“Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepak bola di tanah air. Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang,” ujar Jokowi.

“Sportivitas, rasa kemanusiaan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama,” kata Jokowi.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, bermula saat ribuan pendukung Arema FC masuk ke area lapangan setelah klub kebanggaan mereka kalah dari Persebaya. Di saat yang bersamaan, para pemain dan ofisial Persebaya meninggalkan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat mobil barakuda.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta dalam keterangan pers, Minggu dini hari, mengatakan pendukung Arema FC merasa kecewa sehingga beberapa suporter turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Pos terkait