Perkembangan Kasus PPPK Guru Merangin yang Dilaporkan Ormas Pekat-IB: Polisi Cukupkan 2 Alat Bukti

Tampak gedung megah kantor Bupati Merangin yang akan jadi lokasi demontrasi kasus PPPK.
Tampak gedung megah kantor Bupati Merangin yang akan jadi lokasi demontrasi kasus PPPK.

Merangin,JambiSeru.Com – Kasus Dugaan manipulasi data dan gratifikasi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Merangin tahun 2023 makin terang. Setelah pihak Satreskrim Polres Merangin gelar perkara dan akan mencukupkan 2 alat bukti.

Kapolres Merangin AKBP Ruri Roberto dikonfirmasi mengakui, pihaknya telah gelar perkara terkait kasus PPPK guru dan akan mengumpulkan dua alat bukti.

“Pada poinnya penyidik masih mengumpulkan dan mencukupkan dua alat bukti. Para peserta gelar sepakat untuk di proses,”ujar Ruri Roberto kepada media ini. Kamis (21/3/2024) Siang.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian, proses penyelidikan masih tetap berlanjut untuk mencukupkan barang bukti lainnya dan naik ke tahap penyidikan.

“Masih penuhi dulu alat buktinya. Jika sudah Insha Allah naik sidik,”singkatnya.

Sebelumnya DPD Ormas Pekat-Ib Merangin melaporkan dugaan manipulasi data dan gratifikasi penerimaan PPPK guru pada 8 Januari 2024 lalu ke Polres Merangin.

Sedikitnya 10 orang PPPK guru yang lulus dari 1063 terindikasi curang dilaporkan telah berulang kali dipanggil untuk diperiksa dan diminta keterangan, selain itu ketua Panselda Sekda Merangin, Kepala BKD, Kepala Dinas Pendidikan serta beberapa orang kepala sekolah juga telah di periksa polisi.

Dugaan manipulasi data dan gratifikasi itu mencuat, adanya PPPK guru pasca kelulusan yang tidak berstatus sebagai guru dan honorer di dinas lain yakni, Samsat, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kantor bupati Merangin dan Perangkat Desa.(*) 

Pos terkait