Gadis Belia di Batanghari Jadi Korban Nafsu Bejat Mantan Pacar dan Temannya

JAMBISERU.COM- Malang benar nasib yang dialami seorang gadis belia warga Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Pasalnya, dirinya harus menjadi korban pelampiasan nafsu bejat sang mantan pecar beserta teman dari mantan pacarnya tersebut.

Berdasarkan data yang diterima oleh jamBIseRU.com (BIRU) dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batanghari, gadis belia tersebut disetubuh sang mantan pecar dan teman dari pacarnya tersebut di dua tempat berbeda.

Perbuatan bejat yang dilakukan terhadap gadis belia tersebut berawal, dari percakapan F (19) dan I (19) yang juga warga Kecamatan Pemayung pada 2 Mei 2022 lalu sekira pukul 17.00 wib. Saat itu, F berbicara kepada I agar dapat menghubungi mantan pacarnya untuk diajak bertemu dengan dirinya.

Mendengar hal tersebut, I mengiyakan ajakan F untuk dapat bertemu dengan korban. Setelah habis magrib, F dan I pergi ke tempat kediaman korban yang berada di salah satu desa di kecamatan pemayung. Setelah, sampai di dekat kediaman korban, I menghubungi korban dengan mengatakan, “mau ketemu mantan pacar kau dak, kalau iyo keluar la dari rumah agek di jemput”.

Mendengar hal tersebut korban langsung keluar dan menunggu jemputan tersebut. Disebutkan I saat korban sudah berada di luar, F yang mantan pacar korban langsung menjemputnya. Dan I ditinggalkan di salah satu rumah temannya di desa tersebut.

Setelah itu, F kembali menjemput I di rumah temannya tersebut, I kemudian bertanya “dimana mantan kau, F bilang aku tinggalin di simpang”. Setelah itu I dan F pergi untuk menjemput korban. Selanjutnya F dan I pergi bersama korban dengan cara berbonceng tiga ke arah desa F dan I.

Setelah sampai di desa F dan I, saudara F turun di pinggir jalan, tepatnya di depan mushalla yang belum siap. Kemudian I dan korban pergi sekitar lebih kurang 1 KM. Saat itu lah niat bejat I muncul untuk menyetubuhi korban, karena mencium bau parfum korban.

I yang sudah terbawa nafsu langsung memasukkan kendaraan ke jalan kebun sawit milik warga yang berada di depan kuburan di desanya. Setelah sampai di dalam kebun sawit tersebut, I langsung memaksa korban untuk membuka pakaiannya.

“Kau buka dak baju kau, kalau dak kau buka aku tinggalin kau disini” kemudian korban membuka baju dan celananya, kemudian korban disuruh oleh I untuk berbaring, saat itulah I melakukan aksi bejatnya terhadap korban.

Setelah puas menyalurkan nafsunya, I kemudian menyuruh korban kembali memasang pakaiannya dan membawa korban. Kemudian korban ditinggalkannya di depan kuburan tersebut.

Selanjutnya, I pergi menjemput saudara F di depan mushola dan meminta diantar ke rumahnya untuk menukar pakaiannya. Selanjutnya, I dan F kembali ke depan kuburan untuk menemui korban, akan tetapi korban sudah tidak ada lagi di tempat tersebut.

Melihat hal tersebut F menghubungi korban untuk menanyakan keberadaan korban. Setelah keberadaan korban diketahui F meminta korban untuk pergi ke tempat sepi dan dijemput mereka. Selanjutnya F dan I pergi mengantar korban pulang.

Namun, sesampai di simpang desa korban, I diturunkan oleh F di salah satu pos. Kemudian F pergi mengantar korban untuk pulang. Malangnya, sebelum diantar pulang, korban kembali mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari F yang merupakan mantan pacar korban.

Korban kembali disetubuhi secara paksa oleh F di salah satu kebun karet milik warga di desa korban. Setelah puas melampiaskan nafsu F langsung mengantar korban pulang ke dekat rumah korban.

Kanit PPA Satreskrim Polres Batanghari IPDA Ferdinand Ginting melalui anggota Unit PPA AIPDA Mustafa Kamal saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, benar telah terjadi tindak pidana menyetubuhi anak dibawa umur oleh Dua orang pelaku. Saat ini ke dua pelaku sudah kita tahan dan berkasnya sudah masuk tahap I,” ungkap anggota Unit PPA Satreskrim Polres Batanghari, AIPDA Mustafa Kamal, Jum’at (27/05/2022).

Dikatakan Kamal, setelah tindakan tersebut dilakukan oleh dua pelaku pada 2 Mei 2022 lalu, korban bersama orang tuanya langsung melaporkan hal tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Batanghari.

“Tak selang berapa lama ke dua pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ujarnya.

Akibat perbuatannya ke dua pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU Jo pasal 76D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (riz)

Pos terkait