JAMBI, Jambiseru.com – Pemerintah Kota Jambi resmi memperkuat sistem pengawasan kesehatan lingkungan dengan meresmikan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang baru.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza, sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor laboratorium kesehatan.
Gedung baru ini menghadirkan fasilitas yang lebih modern, ruangan yang nyaman, serta peralatan laboratorium yang memadai untuk menunjang pemeriksaan secara komprehensif.
Maulana menegaskan, keberadaan laboratorium ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan pusat pengawasan kualitas lingkungan dan pangan di ibu kota Provinsi Jambi.
Salah satu fokus utama Labkesda adalah pemeriksaan kualitas air, khususnya air yang dikonsumsi masyarakat. Pengujian mencakup air dari PDAM hingga depot air minum isi ulang yang jumlahnya terus bertambah.
“Alhamdulillah, Labkesda sudah mampu melakukan pemeriksaan kualitas air secara lengkap, termasuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya,” kata Maulana.
Sebagai ibu kota provinsi, Kota Jambi memiliki banyak unit usaha air minum yang memproduksi dalam jumlah besar setiap hari. Pemeriksaan rutin menjadi keharusan untuk memastikan air yang beredar aman bagi masyarakat.
Tak hanya air, laboratorium ini juga telah mampu melakukan pengujian makanan dari kandungan zat berbahaya seperti boraks dan formalin. Pemeriksaan ini dinilai krusial, terutama seiring meningkatnya jumlah dapur penyedia makanan dalam program SPPG yang kini mencapai 76 dapur.
“Sebelum produk makanan dipasarkan atau didistribusikan, pengujian laboratorium menjadi langkah wajib. Pemerintah Kota Jambi mendorong seluruh dapur melakukan pengecekan secara berkala guna menjamin keamanan pangan,” sebutnya.
Maulana juga membuka peluang bagi daerah lain yang belum memiliki fasilitas laboratorium untuk memanfaatkan layanan Labkesda Kota Jambi.
Sementara, di lantai tiga gedung baru, tersedia fasilitas pemeriksaan vektor penyakit seperti nyamuk, tikus, tungau, dan lalat.
“Hewan-hewan ini dikenal sebagai penyebar berbagai penyakit, sehingga pengawasan dan identifikasi menjadi bagian penting dalam pencegahan wabah,” jelasnya.
Pemerintah Kota Jambi berkomitmen terus meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan laboratorium agar mampu menjawab tantangan kesehatan lingkungan yang semakin kompleks.
Selain meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, optimalisasi layanan laboratorium juga diharapkan berdampak pada peningkatan PAD dari sektor jasa pemeriksaan kesehatan lingkungan.
Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan kemampuan uji yang semakin luas, Labkesda Kota Jambi diharapkan menjadi pusat rujukan pemeriksaan kualitas air, pangan, dan lingkungan di Provinsi Jambi.(uda)












