Menjawab Kebutuhan Masyarakat, Mobil MU-COE Sungai Bahar Resmi Diluncurkan

  • Whatsapp
mobil mu-coe
Wakil Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS) saat louncing mobil Mu-Coe. Foto: Uda/Jambiseru.com

Jambiseru.com – Mobil rakitan MU-COE (Center of Excellence) milik anak SMK Muhammadiyah Sungai Bahar resmi diluncurkan hari ini, Selasa (5/1/2021). Mobil Mu-Coe di louncing langsung oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS).

Mobil Mu-Coe tersebut hadir di Muaro Jambi khususnya di Sungai Bahar, untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang mana masyarakat banyak kesulitan mengangkut hasil buah kelapa sawitnya.

“Mobil rakitan anak SMK Muhammadiyah ini menjawab kebutuhan dunia usaha. Terutama dalam mengangkut komuniti buat kelapa sawit. Mudah-mudahan mobil Mu-Coe ini salah satu solusi untuk mempermudah masyarakat kita dalam usaha,” kata BBS usai melouncing Mobil Mu-Coe.

BBS menyampaikan, kebutuhan ini menjadi sebuah tantangan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dunia usaha untuk kebutuhan masyarkat.

“Kita berharap mobil ini menjadi mobil multi fungsi dan bisa untuk sampah, bisa untuk memupuk, mengangkut sawit dan lain sebagainya,” ujarnya.

BBS mengharapkan, inovasi ini dapat berkembang lebih baik lagi, dan dapat dimanfaatkan oleh semua, bukan hanya SMK di Muaro Jambi saja, namun bisa di Provinsi Jambi.

“COE ini merupakan program dari pemerintah pusat, kemudian di inovasi oleh anak SMK Muhammadiyah Sungai Bahar. Ke depan peran pemerintah baik pemerintah provinsi maupun kabupaten dapat memfasilitasi penguatan dan pengembangan maupun pasar dari mobil ini,” sebutnya.

“Mobil Ini kita tawarkan kepada semua, baik di Provinsi Jambi, Kabupaten Muaro Jambi maupun tingkat nasional. Jika daerah lain ada yang mau, silahkan di inden saja,” tutup Bambang Bayu Suseno.

Sementara itu, Kepala Prodi Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah Sungai Bahar, Usman Pasaribu menyebutkan, inspirasi membuat mobil rakitan SMKMU-COE ini berawal dari sulitnya masyarakat di Sungai Bahar untuk mengangkut hasil kelapa sawit.

“Banyak sawit petani yang busuk karena tidak terlansir. Kebanyakan petani ini mengangkut buah sawit mengunakan keranjang yang dipasangkan di sepeda motor. Hanya berapa banyak buah yang bisa dibawa. Maka dari itu kita buat mobil rakitan ini agar buah kelapa sawit nantinya bisa diangkut lebih banyak dan mempermudah masyarakat,” sebut Usman kepada Biru (Jambiseru.com).

Dikatakan Usman, mobil ini nantinya juga dapat digunakan para petani untuk melansir pupuk dan menyiram kebunnya dengan melentakkan drum di bak mobil ini.

Usman membeberkan, saat ini anak-anak SMK Muhammadiyah Sungai Bahar baru memproduksi dua tipe mobil rakitan. Ke depan, kata Usman akan memproduksi lebih banyak lagi tipe mobilnya. Dan ia juga akan membuat dari mesin sepeda motor.

“Mobil yang diresmikan ini terbuat dari mesin mobil Zebra 1300 CC tahun 90. Satu lagi kita buat dari mesin dompeng. Kita beli mesin mobil ini dari rongsokan yang mesin mobilnya mati. Lalu di rakit oleh anak SMK,” bebernya.

Usman menjelaskan, mobil rakitan ini dibuat dengan waktu 10 hari. Pembuatan mobil ini pun melibatkan semua jurusan anak SMK di sini.

“Seperti jok mobil ini yang buat anak jurusan Tata Busana. Kemudian untuk pengeluaran pembuatan mobil itu oleh anak Akutansi,” imbuhnya.

Mobil yang telah dilouncing ini sudah dilakukan test drive hingga mengangkut buah kelapa sawit. Ke depan, pihaknya juga bekerja sama dengan PT Agung Toyota.

“Mobil ini bisa dipinjam pakai oleh petani yang membutuhkan,” pungkasnya. (uda)

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Dewan Minta Syahirsyah Tanggung Jawab, Terkait Defisit Kasda Batanghari

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Opini : Track Record Bicara, FPI Ormas Brutal Juga GPK

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Serapan PAD Lemah Penyebab Kasda Batanghari Defisit

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Pastikan Kondisi Vaksin Aman, Kapolda Jambi Lakukan Pengecekan

Pos terkait