Google Adsense dan Hal-hal yang Harus Diwaspadai Para Publisher

  • Whatsapp
Google dan Google Adsense
Google dan Google Adsense

Google Adsense dan Hal-hal yang Harus Diwaspadai Para Publisher

Jambiseru.com – Ads atau iklan di dunia maya ada banyak macamnya. Google Adsense adalah salah satu perintis agen iklan terbesar di dunia. Adsense, menjadi salah satu penyuplai pendapatan terbesar bagi publisher di seluruh dunia.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Ini Daftar Ponsel Android yang Bisa Menjalankan Google Stadia

Dengan iklan-iklannya yang auto dan cerdas, Google Adsense mampu mendongkrak kunjungan ke para pengiklannya. Selain itu, dengan tingkat tampilan dan klik yang tinggi ke iklan-iklan yang dipasang adsense di situs publisher, akan menambah income bagi publisher itu sendiri.

Penelusuran Jambiseru.com, Google Adsense memiliki sistem yang hampir sama dengan agen iklan online lain di dunia. Yakni, menerapkan CPM dan CPC.

Apa itu CPM?

CPM adalah cost per million, yakni, harga yang dibayar pemasang iklan per 1.000 tampilan. Maksudnya, setiap kali iklan dilihat oleh pengunjung situs per 1.000, akan dibayar oleh penyedia iklan, dalam hal ini Google Adsense.

Tarif per CPM Adsense Google bervariasi. Namun rata-rata di angka 0,3 USD. Ada juga di bawah itu, tergantung seberapa strategis posisi iklan Adsense yang dipasang di situs tersebut. Semakin bagus posisi iklan, semakin tinggi tarif per CPM dibayar Google Adsense.

Apa itu CPC?

CPC adalah cost per click, yakni, iklan yang dibayar per tiap kali pengunjung situs mengklik iklan tersebut.

Lalu berapa harga per klik iklan? Nah, untuk yang satu ini, belum diketahui pasti. Namun sebagian publisher meyakini nilai per klik jauh lebih tinggi dibanding CPM.

Semakin banyak klik di iklan tersebut, akan banyak pula pendapatan para publisher yang bekerjasama dengan Google Adsense.

Baiklah, mari kita masuk ke pembahasan utama.

Hal-hal yang harus diwaspadai para publisher untuk Google Adsense

Semakin lama, Google menerapkan kebijakan yang makin rumit untuk Adsense-nya. Jika tak hati-hati, maka akun Google Adsense Anda akan dibanned atau bahkan diblok secara permanen. Sangat merugikan.

Maka itu, dari rangkuman wawancara beberapa publisher atau pengelola media online Jambi dan nasional, maka beberapa hal berikut harus diperhatikan:

  1. Judul artikel

Perhatikan dengan wikwikama judul-judul artikel yang akan Anda posting. Kata-kata yang dilarang Google jangan sampai dimasukkan secara sengaja atau tidak sengaja di artikel tersebut.

Meski tak mengumumkan secara resmi kata-kata apa saja yang dilarang, namun sepanjang pengetahuan Jambiseru.com dan pengakuan beberapa pengelola media nasional, kata-kata yang bermuatan wikwikual, kekerasan dan bahkan napza, dilarang oleh Google. Seperti: sex, bokeh, telanjang, sabu, daun ilegal, sadis dan banyak kata lain yang hingga kini masih “diraba-raba” oleh publisher.

  1. Foto dan video

Sama seperti kata-kata, Google Adsense juga sensitif dengan foto dan video dalam konten yang diupload publisher.

Hindari foto-foto dan video-video bermuatan wikwikual dan kekerasan.

  1. Klik iklan

Nah, ini juga paling penting. Kebijakan Google Adsense dan banyak agen iklan Ads lain, melarang keras partnernya untuk megklik iklan di situs sendiri.

Kalau ketahuan, auto dibanned akun Google Adsense publisher yang melanggar.

Lalu darimana Google tahu bahwa kita sendiri yang mengklik iklan tersebut? Jawabannya tanya sama Google. Hehehe…

Tapi yang jelas, Google saat ini adalah salah satu raksasa internet yang memiliki algoritma terlengkap di dunia. Jadi sangat gampang bagi Google mengetahui perangkat apa saja yang biasa kita gunakan untuk mengakses internet.

  1. Menyarankan pembaca

Hal ini juga dilarang Google Adsense. Publisher dilarang keras menyarankan atau bahkan meminta pengunjung situsnya untuk mengklik iklan yang tayang di situs.

Kalimat atau kata-kata imbauan agar mengklik iklan, akan jadi pemicu akun Google Adsense dibanned dan iklan di situs Anda akan ditangguhkan penayangannya.

Kalimat seperti: “Tolong klik iklan di bawah ini:” atau “mohon klik iklan ini”, sangat dilarang oleh Google Adsense.

  1. Kebijakan baru

Perhatikan terus email-email notifikasi dari Google Adsense terkait kebijakan-kebijakan baru mereka. Karena, hampir tiap waktu, Google menambah kebijakan baru bagi pengiklan dan publisher mereka.

Teranyar, para publisher di Indonesia kebingungan dengan kebijakan pelarangan memuat kontent politik dan artis.

Nah? Kalau situs portal berita dilarang memuat berita politik dan artis, maka gerak media online kian terbatas.

Untuk sementara, itu saja yang harus diperhatikan para publisher untuk keamanan akun Google Adsense masing-masing.

Bagi yang punya masukan lain, bisa tulis komentar di bawah artikel ini.

Yang mau daftar Google Adsense, bisa KLIK DI SINI.(*)

Pos terkait