Ketua dan Dosen Prodi Ilmu Sejarah Unja Pengabdian di Wisata Kampung Radjo

  • Whatsapp
Dr Siti Syuhada, S.Pd, M.E dan Nirwan Ilyasin, S.Pd, M.Hum saat menyampai materi sosialisasi di wisata Kampung Radjo. Foto: Uda/Jambiseru.com
Dr Siti Syuhada, S.Pd, M.E dan Nirwan Ilyasin, S.Pd, M.Hum saat menyampai materi sosialisasi di wisata Kampung Radjo. Foto: Uda/Jambiseru.com

Ketua dan Dosen Prodi Ilmu Sejarah Unja Pengabdian di Wisata Kampung Radjo

JAMBISERU.COM – Dalam rangka membangkitkan ilmu pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan ke masyarakat. Universitas Jambi (Unja) melalui program studi (prodi) Ilmu Sejarah melakukan sosialisasi di wisata Kampung Radjo, Kota Jambi. Kamis (6/8/2020).

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Tunjangan Sertifikasi 20 Guru Yang Terlambat Telah Diajukan Ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Ketua Prodi Ilmu Sejarah, Dr Siti Syuhada, S.Pd, M.E mengatakan, pentingnya nilai sejarah dan kebudayaan di tengah masyarakat luas khususnya Jambi, sehingga dari sejarah bisa meningkatkan disektoral pertumbuham ekonomi.

“Dari wisata-wisata yang bersejarah, maupun wisata buatan, baik pengurusnya wisatanya. Kita mensosialisasikannya, bahwa di tempat wisata juga bisa belajar sejarah. Sehingga bisa menumbuhkan potensi ekonomi,” kata Dr Siti Syuhada, S.Pd, M.E.

Siti syuhada menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak tempat wisata yang ditutup. Jadi pihaknya juga mensosialisasikan bagaimana cara untuk mencegah Covid-19 di tempat wisata.

Dr Siti Syuhada, S.Pd, M.E dan Nirwan Ilyasin, S.Pd, M.Hum foto bersama peserta sosialisasi seusai acara.  Foto: Uda/Jambiseru.com
Dr Siti Syuhada, S.Pd, M.E dan Nirwan Ilyasin, S.Pd, M.Hum foto bersama peserta sosialisasi seusai acara. Foto: Uda/Jambiseru.com

Menurut Siti Syuhada, tempat wisata sangat lah penting, karena merupakan sarana untuk masyarakat memanjakan diri dan refresing.

“Karena tutup, jadi berefek ke ekonomi dan  terhadap tenaga kerja di sini. Jadi kita mensosialisasikan tenaga kerja untuk menyiapkan protokol kesehatan di tempat wisata,” tegasnya.

Sementara itu, Dosen Ilmu Sejarah lainnya, Nirwan Ilyasin, S.Pd, M.Hum mengatakan, dirinya ingin mengangkat nilai sejarah dan kebudayaan melayu Jambi dari perpspektif wahana wisata.

“Maksudnya mengangkat dari perspektif wahata wisata adalah untuk mengenalkan wisata kampung raja supaya diminati anak milenial. Jadi di tempat wisata buatan pun, milenial bisa berbagi ilmu sejarah. Bukan harus ke museum juga,” terang Nirwan Ilyasin, S.Pd, M.Hum.

Nirwan Ilyasin, S.Pd, M.Hum selaku dosen Ilmu sejarah unja saat sampaikan materi sosialisasi.  Foto: Uda/Jambiseru.com
Nirwan Ilyasin, S.Pd, M.Hum selaku dosen Ilmu sejarah UNJA saat sampaikan materi sosialisasi.
Foto: Uda/Jambiseru.com

Baginya, identitas sesunguhnya dari sejarah, sangatlah penting. Pemahaman konsep harus diisi agar tidak kosong, memori kolektif masyarakat jambi.

“Jadi ilmu sejarah tidak hanya didapatkan disektoral formal pendidikan saja, bisa di manapun. Sebenarnya meletakkan, menjelaskan sejarah, tidak lah sulit. Ranah publik yang lebih luas.

Kita harus belajar sejarah jambi, karena di situlah nyawa masyarakat jambi sesunguhnya,” jelasnya.

Nirwan menambahkan, dirinya memilik konsep untuk lebih mengenalkan sejarah dan kebudayaan Jambi.

Ketua dan Dosen Prodi Ilmu Sejarah Unja foto bersama setelah kegiatan Pengabdian di Wisata Kampung Radjo.  Foto: Uda/Jambiseru.com
Ketua dan Dosen Prodi Ilmu Sejarah Unja foto bersama setelah kegiatan Pengabdian di Wisata Kampung Radjo. Foto: Uda/Jambiseru.com

“Jadi nantinya akan ada di wahana wisata, aktifitas bersantai tetapi teredukasi dengan nilai sejarah kemelayuan jambi. Nantinya ‘batang terendamnya’ sejarah jambi, didapatkan dengan sangat mudah,” tambahnya lagi.

Pihaknya juga menganjurkan ke mahasiswa, teruntuk mahasiswa Ilmu Sejarah untuk menjadi garda terdepan memberikan edukasi dan informasi ke masyarakat.

Baca Juga : Cerita Unik Tim Basarnas: Cari Korban Tenggelam, Eh Malah Korban Sudah Kawin Lagi

“Di prodi Ilmu Sejarah ada peran himpunan mahasiswa (Hima), kegiatan mahasiswa  sejarah memberikan edukasi ke masyarakat, sebagai garda terdepan untuk memberikan edukasi dan informasi ke masyaralat tentang sejarah kebudayaan,” tutupnya. (uda)

Pos terkait