FILM, Jambiseru.com – Ada serial yang setelah tamat, kita tidak langsung cari tontonan lain. Kita malah diam sebentar… mikir. Parasyte: The Grey adalah jenis tontonan seperti itu.
Bukan karena ceritanya rumit, tapi karena ia mengusik sesuatu yang selama ini kita anggap aman: kemanusiaan itu sendiri.
Serial ini bukan sekadar adaptasi live action dari manga legendaris Parasyte. Versi Korea ini berdiri dengan identitasnya sendiri—lebih gelap, lebih politis, dan jauh lebih dekat dengan realitas sosial hari ini.
Alien di sini bukan sekadar monster. Mereka adalah cermin.
Cerita Singkat: Ketika Tubuh Manusia Bukan Lagi Milik Manusia
Parasyte: The Grey berkisah tentang makhluk parasit yang jatuh ke bumi dan mengambil alih tubuh manusia, terutama bagian otak. Mereka hidup, berburu, dan menyamar sebagai manusia biasa.
Namun tidak semua infeksi berjalan “sempurna”.
Tokoh utama, Jung Soo-in, menjadi kasus unik. Parasit di tubuhnya gagal mengambil alih sepenuhnya. Hasilnya?
Sebuah koeksistensi aneh antara manusia dan makhluk asing—penuh konflik, rasa takut, tapi juga ketergantungan.
Di sisi lain, muncul organisasi rahasia bernama The Grey, unit khusus yang dibentuk untuk memburu dan membasmi para parasit. Tapi seperti banyak cerita tentang kekuasaan…
yang paling berbahaya sering kali bukan monster, melainkan manusia yang merasa paling benar.
Bukan Horor Murahan, Ini Horor yang Pelan tapi Menusuk
Kalau kamu berharap jumpscare tiap lima menit, Parasyte: The Grey mungkin terasa “pelit”.
Tapi justru di situlah kekuatannya.
Horornya tidak teriak.
Ia menatap.
Adegan transformasi parasit dibuat brutal, tubuh manusia melengkung tak wajar, kepala terbelah, tentakel muncul tanpa ampun. CGI-nya rapi, tidak terasa murahan, dan yang terpenting: dipakai seperlunya.
Yang lebih mengerikan adalah suasana:
Orang biasa di halte bus
Rekan kerja di kantor
Ibu rumah tangga di dapur
Semua bisa jadi bukan manusia.
Dan kita tidak pernah benar-benar tahu.
Akting yang Membumi, Emosi yang Tidak Dibuat-buat
Jeon So-nee sebagai Jung Soo-in tampil sangat kuat. Ia tidak berakting “berlebihan”, justru sering terlihat kosong, lelah, dan bingung—seperti manusia sungguhan yang hidupnya dirampas pelan-pelan.
Interaksinya dengan parasit di dalam tubuhnya menjadi salah satu elemen paling menarik.
Bukan hubungan heroik. Bukan juga persahabatan manis.
Lebih seperti:
“Kita saling butuh… meski saling membenci.”
Karakter pendukung, terutama dari kubu The Grey, memperlihatkan spektrum moral yang abu-abu. Tidak ada yang sepenuhnya benar. Tidak ada yang sepenuhnya jahat.
Dan itu terasa sangat Korea—realistis, pahit, dan jujur.
Kritik Sosial: Siapa Sebenarnya Parasit?
Di titik tertentu, serial ini berhenti bicara soal alien.
Ia mulai bertanya:
Apakah parasit itu yang memakan manusia?
Atau manusia yang saling memakan demi kekuasaan?
Jika empati hilang, apa bedanya manusia dan monster?
Parasyte: The Grey menyoroti:
Kekerasan atas nama keamanan
Institusi yang merasa boleh mengorbankan individu
Manusia yang kehilangan nurani tapi masih menyebut diri “penyelamat”
Ironisnya, beberapa parasit justru terlihat lebih konsisten secara moral dibanding manusia.
Dan itu… tidak nyaman. Tapi jujur.
Kelebihan dan Kekurangan (Biar Adil)
Kelebihan:
Cerita matang dan filosofis
Visual horor rapi dan berkelas
Akting kuat, terutama pemeran utama
Berani tidak memanjakan penonton
Kekurangan:
Ritme cenderung lambat di awal
Tidak cocok untuk yang cari hiburan ringan
Minim humor, sangat serius dari awal sampai akhir
Tontonan Berat, Tapi Layak
Parasyte: The Grey bukan drakor untuk semua orang.
Tapi untuk kamu yang suka:
Horor yang berpikir
Sci-fi yang reflektif
Cerita yang membekas setelah layar gelap
Serial ini wajib ditonton.
Ini bukan soal alien.
Ini soal siapa yang pantas disebut manusia.
Dan setelah selesai menonton…
pertanyaan itu mungkin masih tinggal lama di kepala.
Cara nonton film gratis sub indo
Lalu bagaimana cara nonton film ini. Gampang. Buka browser, ketik yandex.com atau duckduckgo.com, setelah terbuka situs pencarian yandex atau duckduckgo, ketik “nonton film korea Parasyte: the grey sub indo”. Tinggal pilih website mana yang mau diakses. (gie)












