Us and Them, Film China yang Diam-Diam Menghancurkan Hati Lewat Kenangan dan Penyesalan

us and them, film china yang diam diam menghancurkan hati lewat kenangan dan penyesalan
Us and Them, Film China yang Diam-Diam Menghancurkan Hati Lewat Kenangan dan Penyesalan. Foto: AI/jambiserucom

JAMBI, Jambiseru.com – Ada film romantis yang membuat penonton tersenyum sepanjang cerita. Ada juga film yang perlahan menghancurkan hati tanpa banyak teriakan atau drama besar. Us and Them termasuk jenis kedua. Film ini terasa tenang di permukaan, tetapi menyimpan emosi yang perlahan menumpuk sampai akhirnya meninggalkan rasa kosong setelah selesai menonton.

Sejak awal, suasana film ini sudah terasa melankolis. Ceritanya dimulai ketika dua mantan kekasih bertemu kembali di perjalanan pulang saat musim liburan Tahun Baru China. Pertemuan itu membuka kembali kenangan panjang tentang bagaimana mereka dulu saling mencintai, berjuang bersama di kota besar, lalu akhirnya berpisah karena kehidupan.

Yang membuat Us and Them terasa sangat kuat adalah cara film ini menggambarkan cinta secara realistis. Tidak ada tokoh sempurna di sini. Tidak ada hubungan yang berjalan indah tanpa masalah. Film ini memperlihatkan bagaimana dua orang bisa saling mencintai dengan tulus, tetapi tetap gagal mempertahankan hubungan mereka.

Zhou Dongyu tampil luar biasa sebagai Xiao Xiao. Ia membawa karakter perempuan yang terlihat keras dan mandiri di luar, tetapi sebenarnya menyimpan rasa takut kehilangan dan rasa sepi yang dalam. Zhou Dongyu punya kemampuan membuat penonton memahami emosi karakternya bahkan saat ia hanya diam menatap kosong.

Sementara Jing Boran sebagai Lin Jianqing tampil sangat natural sebagai pria biasa yang berusaha mengejar mimpi hidup di Beijing. Karakternya bukan sosok romantis sempurna. Ia keras kepala, ambisius, dan kadang terlalu sibuk mengejar keberhasilan sampai lupa menjaga hubungan yang ia miliki.

Chemistry mereka terasa sangat nyata. Saat mereka bahagia bersama, penonton ikut merasa hangat. Tetapi saat hubungan mulai retak, semuanya terasa menyakitkan karena film ini membangun hubungan mereka dengan sangat manusiawi. Penonton seperti melihat dua orang sungguhan yang perlahan berubah karena tekanan hidup.

Hal yang paling membekas dari film ini adalah suasana perjuangan hidup di kota besar. Us and Them bukan sekadar film cinta. Film ini juga tentang mimpi anak muda yang datang ke kota besar dengan harapan sederhana: punya pekerjaan bagus, rumah layak, dan hidup lebih baik. Namun realitas ternyata jauh lebih keras.

Banyak adegan kecil dalam film terasa sangat personal. Makan mie instan bersama di kamar sempit, tertawa karena hal sederhana, saling menemani saat tidak punya uang, sampai bertengkar karena tekanan ekonomi. Semua itu membuat hubungan mereka terasa hidup dan dekat dengan kenyataan.

Sinematografi film ini juga sangat indah. Salah satu elemen paling menarik adalah penggunaan warna hitam-putih dan warna normal untuk membedakan masa kini dan masa lalu. Teknik itu bukan hanya terlihat artistik, tetapi juga membantu memperkuat nuansa nostalgia dan kehilangan yang menjadi inti cerita.

Musik dalam Us and Them juga memainkan peran besar. Lagu-lagu yang digunakan terasa lembut dan emosional tanpa berlebihan. Musiknya seperti datang perlahan, menemani rasa sepi yang terus tumbuh sepanjang film.

Yang membuat film ini benar-benar menyakitkan adalah kenyataan bahwa tidak ada pihak yang benar-benar jahat. Mereka berpisah bukan karena perselingkuhan besar atau konflik dramatis. Mereka hanya berubah seiring waktu. Dan mungkin justru itu yang paling realistis dalam hubungan manusia.

Film ini seperti ingin mengatakan bahwa cinta saja kadang tidak cukup. Ada mimpi, ego, tekanan hidup, dan waktu yang bisa perlahan mengubah arah hubungan. Dua orang bisa tetap saling mencintai tetapi tidak lagi mampu berjalan bersama.

Ada banyak dialog dalam film ini yang terasa sederhana tetapi menghantam emosi. Bukan dialog puitis berlebihan, melainkan kalimat-kalimat biasa yang justru terdengar nyata. Beberapa percakapan terasa seperti obrolan pasangan sungguhan yang pernah saling mencintai tetapi tidak tahu cara mempertahankan hubungan mereka.

Us and Them juga punya kekuatan besar dalam membangun nostalgia. Penonton diajak melihat bagaimana kenangan bisa tetap hidup bahkan ketika hubungan sudah lama selesai. Kadang yang paling sulit dilupakan bukan hubungan itu sendiri, melainkan versi diri kita saat masih bersama seseorang.

Film ini juga memperlihatkan bagaimana manusia sering baru memahami arti seseorang setelah semuanya terlambat. Ada rasa penyesalan yang terus menghantui sepanjang cerita. Penyesalan karena dulu terlalu sibuk mengejar masa depan sampai lupa menikmati kebersamaan yang ada.

Bagi penonton yang pernah mengalami hubungan panjang yang berakhir karena keadaan hidup, Us and Them bisa terasa sangat emosional. Film ini tidak mencoba memaksa air mata, tetapi perlahan membuat dada terasa sesak karena emosinya terasa jujur dan dekat dengan kehidupan nyata.

Dan mungkin itu alasan kenapa film ini begitu membekas. Ia tidak menjual kisah cinta sempurna. Ia justru memperlihatkan cinta yang gagal bertahan, tetapi tetap meninggalkan jejak besar dalam hidup seseorang.
Daftar Aktor dan Peran
* Zhou Dongyu sebagai Fang Xiao Xiao
* Jing Boran sebagai Lin Jianqing
* Tian Zhuangzhuang sebagai ayah Lin Jianqing
Informasi Film
* Judul: Us and Them
* Sutradara: Rene Liu
* Perusahaan Produksi: Huaxia Film Distribution
* Tahun Rilis Teater: 2018
* Genre: Romantis, Drama, Nostalgia
* Platform Streaming: Netflix

Di alinea awal, tengah, hingga akhir, Us and Them terasa seperti perjalanan pulang menuju kenangan yang sebenarnya sudah lama selesai tetapi tidak pernah benar-benar hilang. Film ini tenang, sederhana, dan perlahan menghancurkan hati lewat rasa kehilangan yang terasa sangat manusiawi.(gie/berbagai sumber)

Pos terkait