Saat ia meneriakkan kalimat “I am a monster”, terasa sekali kegalauan yang ia rasakan. Namun sayangnya setelah itu, permainannya datar saja dan lebih banyak yang menonjol adalak akting dari Zac Efron
Tentunya penonton akan memilih sendiri versi yang mana yang paling disukai. Namun sebagai catatan penulis, film ini memiliki akhir cerita yang mempunya potensi untuk dibuat sekuelnya , dengan “hanging plot” yang bisa jadi membuat beberapa penonton merasa kecewa. Adapun penulis memandangnya sebagai satu babak pendewasaan bagi sosok Charlie.(cinemags/nas)












