Wacana Penghapusan Subsidi Gas Melon Membuat Warga Batanghari Resah

Warga Muarabulian, Ibu Syamsiar. Foto: Rizki/Jambiseru.com
Warga Muarabulian, Ibu Syamsiar. Foto: Rizki/Jambiseru.com

Wacana Penghapusan Subsidi Gas Melon Membuat Warga Batanghari Resah

JAMBISERU.COM, Muarabulian – Wacana penghapusan subsidi gas elpiji 3 Kilogram atau yang lebih dikenal gas melon oleh Pemerintah Pusat mulai membuat resah warga Kabupaten Batanghari.

BACA JUGA : Niat Antar Sabu, Wingky Ditangkap saat Razia Rutin Polres Batanghari

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu warga Muarabulian, Syamsiar mengatakan, meskipun hal tersebut belum ditetapkan secara resmi tapi sudah membuat warga khawatir.

“Kalau memang benar diterapkan tentunya hal ini semakin menyulitkan perekonomian bagi masyarakat kurang mampu sepeti kami ini,” ungkap Syamsiar, Kamis (16/1/2020).

Dikatakan Syamsiar, pemerintah harus mempertimbangkan kembali wacana penghapusan subsidi gas elpiji 3 Kg tersebut.

“Kami selaku masyarakat mengharapkan pemerintah mempertimbangkan kembali wacana tersebut, demi kepentingan masyarakat banyak. Terutama masyarakat yang kurang mampu seperti kami ini,” katanya.

Sementara itu, Yono salah satu pedagang warung makan kaki lima, mengatakan, jika memang pemerintah akan mencabut subsidi gas elpiji 3 Kg tersebut akan semakin menambah beban bagi masyarakat.

“Belum saja dicabut harga gas elpiji 3 Kg sudah mahal saat ini. Ada yang jual harganya mencapai Rp. 25 ribu per tabung,” ujar Yono.

Diharapkan Yono, pemerintah agar dapat meninjau kembali hal tersebut agar tidak membuat beban masyarakat yang sudah menjadi tambah susah.

BACA JUGA : Ngebut, Truk Muatan Tomat Terguling Masuk Jurang di Bungo

“Hal tersebut harus ditinjau kembali agar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat,” pungkasnya.(riz)

Loading Facebook Comments ...