Jambi, Jambiseru.com – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong percepatan pembangunan melalui sejumlah proyek strategis nasional, mulai dari sektor pendidikan, pengendalian banjir, hingga infrastruktur jalan, dengan rencana pembangunan flyover menjadi salah satu fokus utama.
Maulana menyampaikan, Kota Jambi mendapat alokasi pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat dengan nilai anggaran mencapai Rp220 miliar dan kapasitas 1.080 siswa.
Sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu dan akan berbasis asrama.
“Sekolah ini gratis sepenuhnya, termasuk seragam. Ini bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus memutus rantai kemiskinan,” kata Maulana.
Selain sektor pendidikan, Kota Jambi juga memperoleh bantuan pusat berupa pembangunan kolam retensi sebagai salah satu solusi pengendalian banjir yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah kawasan.
Di sektor ekonomi, Pemkot Jambi tengah menyusun usulan lanjutan, terutama untuk Pasar Rakyat Talang Banjar.
Menurut Maulana, desain pasar tersebut bahkan telah dipresentasikan dan diarahkan menjadi kawasan ekonomi baru.
Namun demikian, Maulana menekankan bahwa pembangunan flyover menjadi proyek strategis yang sangat menentukan wajah dan mobilitas Kota Jambi ke depan.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2027 telah disepakati pembangunan Flyover Paal 10, sekaligus membuka akses jalan nasional dari dua lajur menjadi empat lajur, masing-masing dua lajur di sisi kiri dan kanan.
“Flyover Paal 10 ini bukan hanya soal kemacetan, tapi juga membuka konektivitas dan pertumbuhan ekonomi. Kalau tol sudah terkoneksi dan flyover terbangun, kami optimistis PAD Kota Jambi bisa menembus Rp1 triliun,” ujarnya.
Sementara untuk Flyover Simpang Mayang, Maulana menjelaskan bahwa proyek tersebut menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jambi, mengingat kewenangan jalan berada di level provinsi.
“Yang terpenting, pintu masuk Kota Jambi akan mulai dibangun tahun depan. Ini akan menjadi wajah baru kota dan mendukung kelancaran arus transportasi,” tegasnya.
Di tingkat komunitas, Pemkot Jambi juga terus menjalankan program Kampung Bahagia. Pada tahun 2026, program ini ditargetkan menyentuh 1.583 RT sebagai bagian dari pembangunan berbasis masyarakat.
“Upaya kita berjalan dari bawah hingga ke proyek strategis nasional. Semua kita lakukan bersama demi kemajuan Kota Jambi,” pungkas Maulana. *












