Anggota DPR RI Sy Fasha Kritik Distribusi BBM: Stok Putus Karena Kapal, Jawaban Klise

img 20260131 wa0025
Anggota DPR RI Sy Fasha Kritik Distribusi BBM: Stok Putus Karena Kapal, Jawaban Klise. foto:jambiserucom

Jambiseru.com – Anggota DPR RI Komisi XII, Sy Fasha, menyoroti masalah distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Jambi dan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menjelang Natal dan Tahun Baru.

Dalam kunjungannya ke lapangan, Sy Fasha menemukan kelangkaan Dexlite, Pertalite hingga Pertamax, yang menyebabkan antrian panjang di SPBU dan keluhan warga yang tak terlayani.

Menurut Fasha, alasan yang diberikan oleh pihak Patra Niaga antrian kapal di Tanjung Uban dan cuaca buruk terlalu klise dan tidak memadai.

“Cuaca kan rutin setiap tahun, kenapa tidak dimitigasi? Kalau masalah angkutan kapal terbatas, solusinya harus konkret, bukan sekadar jawaban standar,” kata Fasha.

Fasha menambahkan, stok Pertamax, yang tidak bersubsidi, hampir tidak tersedia di tingkat pengecer. Sementara solar masih bisa didapat karena ada sistem pelangsir. Kondisi ini membuat petugas lapangan kewalahan menghadapi keluhan masyarakat.

“Kami kasihan dengan tim di lapangan, jangan sampai nanti masyarakat lagi yang dirugikan,” ujarnya.

Politisi asal Jambi ini menegaskan, Pertamina Internasional Shipping (PIS) harus proaktif menambah armada kapal untuk menjamin distribusi BBM, dan menyampaikan kebutuhan logistik kepada Direksi PIS.

“Kalau memang perlu kapal tambahan, sampaikan saja. Dana ada, hajat hidup masyarakat ini penting,” kata Fasha.

Selain itu, Fasha juga mengkritik kebijakan Patra Niaga terkait margin BBM dan Elpiji, serta biaya operasional distribusi gas. Banyak pihak, termasuk Elnusa, Petrofin dan SPBE, mengeluhkan margin yang tidak proporsional, sementara risiko kecelakaan dan operasional tetap menjadi tanggung jawab mereka.

Sy Fasha menekankan bahwa masalah distribusi BBM bukan sekadar teknis, tetapi hajat hidup masyarakat yang harus dijaga. Ia menuntut transparansi, akuntabilitas, dan mitigasi nyata dari PIS dan Patra Niaga agar kelangkaan BBM tidak terulang.(uda)

Pos terkait