Politisi Demokrat Sebut Jokowi Blunder Parodikan ‘Siap Presiden’ Prabowo

Sejumlah elite dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin sedang antre bergantian menyalami Jokowi. (Capture Video)
Sejumlah elite dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin sedang antre bergantian menyalami Jokowi. (Capture Video)

Jambi Seru – Politisi Demokrat Andi Arief menyebut Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi telah melakukan blunder karena memparodikan salam “siap presiden” dan keceplosan soal Islam garis keras.

BACA JUGA : Hari Buruh, 25.000 Personel Gabungan Amankan Jakarta

Menurut Andi, dua poin itu sudah pas menjadi salah satu syarat untuk mendorong masyarakat melakukan people power.

Bacaan Lainnya

Andi mengungkapkan apabila melihat kepada teori people power, masyarakat Indonesia sudah bisa melakukannya. Apalagi, kata ia, masyarakat sudah biasa melakukannya sejak 2017 melalui aksi melibatkan massa yang besar.

“Dalam teori people power, sebetulnya sudah cukup syarat. Setidaknya, puluhan kali rakyat protes ketidakadilan 2017 sampai hari ini dengan massa besar,” ujar Andi melalu akun Twitternya @AndiArief__ pada Senin (29/4/2019).

Kemudian Andi pun meminta Jokowi untuk tetap bijak, baik sebagai capres ataupun pemimpin negara saat ini. Hal itu diminta Andi lantaran ia menilai jika Jokowi kini tengah blunder.

Poin pertama yang disinggung Andi ialah video parodi “siap presiden” yang dibuat oleh para elite Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi – Maruf Amin. TKN Jokowi – Maruf Amin menyalami Jokowi sambil mengucapkan “siap presiden”.

Dua kata itu sempat viral dalam video yang menunjukkan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat tengah menyalami purnawirawan TNI/Polri yang tergabung ke dalam Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR). Saat sedang melakukan salam hormat, para purnawirawan itu mengucapkan “siap presiden” ke Prabowo.

BACA JUGA : Solskjaer Isyaratkan Tetap Mainkan De Gea di Laga MU Selanjutnya

“Pak Jokowi harusnya tidak demonstratif dan blunder seperti video siap presiden, ditambah keceplosan Islam garis keras. Bijaklah,” cuitnya lagi. (ndy)

Pos terkait