Wali Kota Jambi Sambangi Rumah Duka Bocah Tenggelam, Serahkan Santunan dan Sembako

screenshot 20260119 180811 chrome 2064111699
Wali Kota Jambi Sambangi Rumah Duka Bocah Tenggelam, Serahkan Santunan dan Sembako. Foto: Pemkot Jambi

Jambi, Jambiseru.com – Pemerintah Kota Jambi menunjukkan kepedulian atas musibah tenggelamnya Paris (10), bocah yang meninggal dunia di Sungai Buntung, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung.

Wali Kota Jambi Maulana bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi mendatangi langsung rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, Senin (19/1/2026).

Paris ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di bawah jembatan Sungai Buntung pada Jumat (17/1/2026).

Peristiwa tragis tersebut bermula saat korban dilaporkan hilang di aliran sungai, hingga akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dievakuasi sesuai prosedur pihak berwenang.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Jambi melalui Baznas menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp2,5 juta serta bantuan bahan pokok kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril.

Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya sebatas penyaluran bantuan sosial.

Ia juga meninjau langsung kondisi tempat tinggal keluarga korban yang dinilai masih sangat sederhana.

Menurut Maulana, rumah tersebut sebenarnya layak mendapatkan bantuan bedah rumah, namun realisasinya masih terkendala status kepemilikan lahan yang belum memungkinkan untuk dilakukan pembangunan.

“Secara kondisi rumah memang layak dibantu, tetapi saat ini terkendala status lahan. Ini akan kami carikan solusi ke depannya,” ujar Maulana.

Selain itu, Maulana menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan yang masih tinggi.

Ia mengimbau agar anak-anak tidak dibiarkan bermain di sungai, selokan, maupun genangan air yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Pengawasan orang tua sangat penting, apalagi saat musim hujan seperti sekarang. Risiko terseret arus dan tenggelam sangat tinggi,” tegasnya.

Untuk memperluas edukasi keselamatan, Maulana juga meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi agar menyampaikan imbauan melalui sekolah dan para guru kepada siswa terkait bahaya bermain di aliran air.

Menurutnya, edukasi sejak dini sangat diperlukan agar anak-anak memahami risiko dan lebih berhati-hati.

Musibah ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya kewaspadaan dan pengawasan, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari. (*)

Pos terkait