Ini Kronologi Pelarungan Jenazah WNI dari Kapal China di Laut Somalia

  • Whatsapp
Ilustrasi mayat. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

Ini Kronologi Pelarungan Jenazah WNI dari Kapal China di Laut Somalia

Jambiseru.com – Kasus pelarungan jenazah WNI dari kapal china kembali menghebohkan pemerintah Indonesia. Namun kejadian ini terjadi pada awal tahun 2020 atau jauh sebelum kejadian di kapal Long Xing 629. Diketahui WNI tersebut berinisial H dan jasadnya dilarung di laut dekat Somalia.

Baca JugaTes SKB CPNS 2019 Akan Digelar Agustus

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha, mengatakan informasi mengenai kematian H sudah mereka dapat dari berbagai pihak, termasuk minning agency yang mengirim H kerja ke kapal China, PT MTB.

Baca Juga : 10 Negara Termasuk China Ditetapkan Amerika Sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

Berikut kronologi kejadian pelarungan jenazah H di laut Somalia:

16 Januari 2020
Kapal berbendera China Luqing Yuan Yu berlayar di dekat laut Somalia. Almarhum yang sedang tertidur dibangunkan oleh sesama ABK WNI, namun dia ternyata sudah meninggal.
Judha menyebut, PT MTB tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal penyebab kematian H.

23 Januari 2020
Judha mengatakan, PT MTB menyebut jenazah H dilarung di laut Somalia di tanggal tersebut.

8 Mei 2020
Judha mengatakan pihaknya baru menerima kabar mengenai meninggalnya H dan pelarungan jenazahnya di laut Somalia.

Setelah menerima kabar, pihak Kemlu langsung melakukan konfirmasi dengan keluarga almarhum H. Kemlu juga berkoordinasi dengan KBRI Nairobi yang cakupan wilayah kerjannya mencapai Somalia.

Informasi tersebut pertama kali diungkapkan oleh akun Facebook, Suwarno Canö Swe, pekan lalu. Jasad ABK itu dilarung di laut Somalia.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha mengkonfirmasi kejadian yang diposting oleh akun facebook tersebut. Judha mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada awal 2020, sebelum peristiwa serupa di kapal Long Xing 629 terjadi.

“H meninggal pada 16 Januari 2020 dan dilarung dekat perairan Somalia,” kata Judha dalam konpers virtual Kemlu, Kamis (20/5).

Saat ini, kematian ABK H di kapal Luqing Yuan Yu 623 sudah diinvestigasi oleh Dittipidum Bareskrim Polri. Dua orang agen sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Baca JugaJK Kritik Jokowi : Virus Corona Tak Bisa Diajak Damai, Mati Itu Orangnya

“Satgas TPO Polda Jateng sudah tetapkan 2 tersangka dari PT yang memberangkatkan ABK tersebut,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdi Sambo lewat keterangannya, Selasa (19/5).

Dari informasi yang dihimpun kumparan, dua agen tersebut berinisial MH, dan SS. Kedua pelaku merupakan warga Tegal, Jawa Tengah. (tra)

Pos terkait