Izin Kandang Ayam PT Ciomas Adisatwa Banyak yang Bermasalah

Kandang Ayam PT. Ciomas Adisatwa. Foto: Rizki/Jambiseru.com
Kandang Ayam PT. Ciomas Adisatwa.Foto: Rizki/Jambiseru.com

Izin Kandang Ayam PT Ciomas Adisatwa Banyak yang Bermasalah

JAMBISERU.COM – Polemik terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kandang ayam PT Ciomas Adisatwa berlanjut. Setelah sebelumnya menjadi sorotan dewan, pemkab Batanghari melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) akhirnya turun tangan.

Baca Juga : Turun Gunung, Nalim Hadir Bersama Haris Kukuhkan Tim Relawan Haris-Sani

Bacaan Lainnya

Hasil tindak lanjut DPMPTSP Batanghari cukup mengejutkan. Ternyata dari sejumlah izin yang dikantongi PT Ciomas Adisatwa, banyak yang bermasalah.

“Iya, benar kita telah melakukan rapat bersama Tim Kesesuaian Penataan Ruang Daerah (TKPRD), Dinas PUPR Kabupaten Batanghari, terkait masalah perizinan perluasanan penambahan bangunan kandang ayam baru milik PT. Ciomas Adisatwa,” ungkap Kepala DPMPTSP Kabupaten Batanghari, Rijaludin, Jum’at (2/10/2020).

Dikatakan Rijaludin, dalam rapat tersebut pihaknya membahas beberapa izin milik PT. Ciomas Adisatwa yang hampir keseluruhannya sudah tidak memenuhi komitmen untuk meneruskan usaha peternakan ayam buras.

Dari data DPMPTSP, beberapa izin yang sudah tidak berlaku tersebut seperti izin prinsip dari Bupati Batanghari nomor 503/4189/BPTSP yang dikeluarkan tanggal 27 Desember 2011, dengan luas tanah kurang lebih 1,5 hektar. Surat keterangan lingkungan dari desa Serasah tanggal 29 Desember 2011, surat dari dinas peternakan dan perikanan nomor 524/248/Disnak tanggal 13 Maret 2012 perihal rekomendasi usaha pembibitan dan budidaya ayam buras seluas 1,5 hektare dengan luas kandang 8×124 meter dengan populasi ternak sebanyak 20.000 ekor, dengan masa aktif 2 tahun setelah ditetapkan.

Kemudian surat camat pemayung nomor 503/176/Pelum tanggal 14 Maret 2012 perihal rekomendasi pembibitan dan budidaya ayam buras. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) nomor 503.3/SK.41/SIMB/BPTSP tanggal 27 Maret 2012 dengan luas bangunan kurang lebih 54 M2, Surat Izin Tempat Usaha (SITU) nomor 503/40/2012 tanggal 19 Juni 2012.

Pada tahun 2018 permohonan izin prinsip untuk pengajuan perluasan izin usaha seluas 2 hektare tahun 2018. Yang mana dasar pengajuan mereka adalah telah memiliki Nomor Induk Berusaha dengan nomor 8120113040682 online single submition (OSS) tanggal 8 Maret 2018 sesuai PP nomor 24 tentang perizinan terintegrasi secara elektronik.

“Secara tidak langsung mereka belum memenuhi persyaratan untuk melakukan pengembangan usaha mereka, karena mereka belum memenuhi komitmen sarana prasarana TKPRD, izin lokasi, izin lingkungan dan IMB sementara ini masih dalam proses pemenuhan komitmen. Belum memiliki izin usaha peternakan sesuai kapasitas pengajuan dari PT. Ciomas Adisatwa sebanyak 40.000 ekor,” terangnya.

Dijelaskan Rijaludin, berkaitan dengan permohonan izin perluasan usaha peternakan yg dimohonkan oleh PT.CIOMAS adisatwa pada tanggal 18 Maret 2018 dengan luas lahan kurang lebih 2 ha, termasuk luasan yang sudah mendapat izin tahun 2011 di dalam sistem online lembaga OSS sesuai dengan PP 24 tahun 2018 tentang perizinan terintegrasi secara elektronik.

Baca Juga : Patuhi Protokol Kesehatan, Al Haris Didampingi Nalim Hadiri Pengukuhan Relawan Haris-Sani

“Sampai dengan saat ini PT.CIOMAS Adisatwa belum dapat memenuhi persyaratan dalam rangka pemenuhan komitmen, sarana dan prasarana kesesuaian lahan lokasi untuk melakukan kegiatan usaha perluasan bidang Peternakan. Diharapkan kepada pihak PT.CIOMAS Adisatwa untuk segera mematuhi atau memenuhi semua persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-perundangan yang berlaku,” katanya. (riz)

Pos terkait