Program MBG Dongkrak Lapangan Kerja, Wali Kota Jambi Resmikan Tiga SPPG Bersama Kepala BGN

img 20260131 wa0026
Program MBG Dongkrak Lapangan Kerja, Wali Kota Jambi Resmikan Tiga SPPG Bersama Kepala BGN. Foto: jambiserucom

Jambiseru.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak nyata di daerah. Di Kota Jambi, program ini tak hanya menjamin pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi motor baru penciptaan lapangan kerja.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Jambi, Maulana, saat meresmikan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang turut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Dadan Hindayana.

Maulana menyebut, Kota Jambi menghadapi tantangan serius tingginya angka pengangguran terbuka. Namun kehadiran SPPG menjadi solusi konkret. Hingga saat ini, sebanyak 34 SPPG telah beroperasi, dan dalam waktu dekat akan bertambah menjadi 76 unit, bahkan masih berpotensi terus meningkat.

“Ini dampak yang luar biasa. Setiap SPPG menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Artinya, program MBG bukan hanya soal gizi, tapi juga tentang ekonomi rakyat,” kata Maulana.

Ia menambahkan, banyak warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini memperoleh penghasilan tetap berkat beroperasinya SPPG. Pemerintah Kota Jambi, kata dia, menyampaikan apresiasi penuh atas kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Sementara itu, Kepala BGN Dr. Ir. Dadan Hindayana menilai pelaksanaan Program MBG di Kota Jambi sebagai salah satu contoh terbaik di daerah. Ia menyebut sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan provinsi berjalan sangat solid.

“Saya melihat langsung pelaksanaannya, dan ini sangat menjanjikan. Dari sisi manajemen, fasilitas, hingga sumber daya manusianya, SPPG di Jambi sudah sangat siap,” jelas Dadan.

Bahkan, menurutnya, SPPG di Jambi telah memenuhi standar sertifikasi nasional. Fasilitas yang digunakan tergolong modern, termasuk sistem pencucian dan sterilisasi peralatan makanan yang jarang dimiliki daerah lain.

Yang tak kalah penting, lanjut Dadan, adalah dampak sosialnya. Banyak tenaga kerja yang direkrut berasal dari kalangan ibu rumah tangga berusia sekitar 40 tahun, dengan lebih dari dua anak, yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan.

“Kini mereka memperoleh pendapatan minimal Rp2,4 juta per bulan, sementara anak-anak mereka mendapatkan manfaat makan bergizi gratis. Ini intervensi gizi dan ekonomi sekaligus,” jelasnya.

Dadan pun menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan provinsi agar Program MBG dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dengan kualitas fasilitas yang mumpuni serta dampak langsung terhadap kesejahteraan warga, Kota Jambi dinilai siap menjadi salah satu model nasional pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.(uda)

Pos terkait