Insiden Dugaan Keracunan Makanan di SPPG Sengeti, Penyebab Masih Diselidiki

Insiden Dugaan Keracunan Makanan di SPPG Sengeti, Penyebab Masih Diselidiki
Insiden Dugaan Keracunan Makanan di SPPG Sengeti, Penyebab Masih Diselidiki.Foto: Uda/Jambiseru.com

MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah warga di Satuan Pelayanan pemenuhan gizi (SPPG ) Sengeti masih menyisakan banyak tanda tanya. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam proses pemeriksaan pihak berwenang.

Kepala SPPG Sengeti, Akbar Amrullah, Jumat (30/1/2026) menegaskan, prosedur pengolahan makanan telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menolak tudingan adanya praktik daur ulang makanan dan memastikan bahwa seluruh bahan baku diolah serta disajikan pada hari yang sama.

“Untuk menu hari ini adalah soto,” kata Akbar singkat.

Tanpa menjelaskan lebih lanjut terkait dugaan sumber keracunan. Kasus ini menjadi sorotan publik karena SPPG Sengeti telah beroperasi sejak November lalu, namun insiden keracunan tetap terjadi. Pihak SPPG menyatakan akan bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Akbar menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memastikan prosedur penanganan korban berjalan optimal.

“Kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta SPPG. Semua korban akan mendapatkan perawatan medis penuh,” tambahnya.

Sementara itu, warga dan orang tua peserta SPPG berharap agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan hasilnya segera diumumkan, sehingga insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Kasus dugaan keracunan ini juga memicu diskusi lebih luas mengenai keamanan pangan di lembaga non-komersial, terutama yang melayani anak-anak dan remaja. Para ahli menekankan pentingnya protokol ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan bersih, hingga pengolahan yang higienis.

Hingga saat ini, pihak SPPG Sengeti masih menunggu hasil laboratorium dan jumlah pasti korban belum diumumkan secara resmi. (uda)

Pos terkait