Namun perbedaan sangat mencolok terlihat, karena realisasi PAD Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sudah mencapai angka 84,22 persen.
Hal itu dibenarkan Kabid Penagihan BPPRD Merangin, Syafril T yang dikonfirmasi pada Rabu (13/4/2022). Ia menyebut bahwa, realisasi PAD Merangin Januari-Maret masih rendah.
“Secara keseluruhan baru mencapai 18,42 persen. Dapat dikatakan belum mencapai target Triwulan pertama,”katanya.
Meski begitu, dirinya mengaku ada kendala pada masing-masing OPD, sehingga PAD masih rendah, seperti di Perikanan, bahwa kolam mereka kebanjiran. Lalu di segi pariwisata, yang masih terdampak pandemi Covid-19. (edo)












