Sy Fasha Serahkan Mesin Pencacah Kompos untuk Kelompok Tani Jajaran Makmur di Jambi

Sy Fasha Serahkan Mesin Pencacah Kompos untuk Kelompok Tani Jajaran Makmur di Jambi
Sy Fasha Serahkan Mesin Pencacah Kompos untuk Kelompok Tani Jajaran Makmur di Jambi.Foto: Jambiseru.com

JAMBI, Jambiseru.com – Anggota DPR RI Dapil Jambi sekaligus Anggota Komisi XII DPR RI, Sy Fasha, menyerahkan bantuan pemerintah berupa mesin pencacah kompos kepada Kelompok Tani Jajaran Makmur.

Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomis dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Sy Fasha menegaskan bahwa mesin pencacah tersebut merupakan aset kelompok, bukan milik perorangan. Ia mengingatkan agar alat tersebut dimanfaatkan secara maksimal dan dijaga bersama demi kepentingan jangka panjang para petani.

“Saya hadir membawa bantuan pemerintah berupa mesin pencacah kompos yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk bagi tanaman kita. Jika hasilnya berlebih, silakan diperjualbelikan kepada kelompok lain. Tapi perlu saya tekankan, mesin ini milik kelompok, bukan perorangan,” kata Sy Fasha.

Mantan Wali Kota Jambi dua periode itu juga menekankan, pentingnya perawatan alat agar dapat digunakan dalam waktu lama.

“Tolong dijaga dan dirawat dengan baik. Jangan sampai baru sebulan dipakai sudah rusak. Mesin ini kita butuhkan untuk menunjang produksi pupuk dan meningkatkan hasil pertanian,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Jajaran Makmur menyampaikan, apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurut mereka, mesin pencacah sampah organik tersebut sangat membantu dalam mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai guna tinggi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sy Fasha atas bantuan mesin pencacah pupuk organik ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami semua dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar perwakilan kelompok tani.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kelompok tani mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta membuka peluang tambahan pendapatan melalui penjualan pupuk kompos ke kelompok lain. (uda)

Pos terkait