Sambal Tempoyak Jambi Tembus Pasar Luar Negeri

Tempoyak Jambi berbentuk sambal yang diekspor ke manca negara
Tempoyak Jambi berbentuk sambal yang diekspor ke manca negara

Jambiseru.com – Bagi masyarakat Provinsi Jambi, tentu sangat mengenal sambal tempoyak. Makanan dari fermentasi buah durian ini, sangat digandrungi masyarakat. Namun siapa sangka, sambal tempoyak khas Jambi, bisa tembus pasar luar negeri.

Ditangan dingin Pendrawati (38), makanan khas Jambi yang satu ini sukses jadi salah satu produk ekspor. Negara tujuannya mulai dari Afrika, Amerika, Thailand, Malaysia, Singapura, China sampai Korea Selatan.

Dikemas dalam bentuk botol plastik hingga kaca, tempoyak ini diolahnya menjadi sambal tempoyak merek Maugi. Untuk harga sendiri, sambal tempoyak milik Ibu Pendrawati ini tergolong murah, sambal tempoyak ini dijual mulai dari harga Rp 25 ribu hingga 50 ribu rupiah.

Ditemui di Gerai Sambal Tempoyak Maugi, Rabu (8/6/2022) sore, Ibu tiga anak ini menceritakan awal mula ia dapat memasarkan makanan khas Jambi ini hingga ke manca negara.

Pendrawati menyebutkan, ia mempromosikan sambal tempoyak ini atas kaloborasi dengan para mahasiswa.

“Jadi waktu tahun 2020 akhir, ada salah satu event, namanya Al Ahmadi Award yang diadakan di Batam. Saya ikut pada kategori makanan, saya tunjukan sambal tempoyak ini. Alhamdulillah saya juara 1. Event ini pun diikuti oleh 5 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Taiwan,” kata Pendrawati.

Dikatakan Pendrawati, setelah ia menang pada event Al Ahmadi Award itu, para panitia turut memasarkan makanan yang dibawa oleh Pendrawati itu.

“Jadi panitia disana langsung memasarkan produk saja itu ke luar negeri,” sebut Pendrawati.

Ibu kelahiran Solok Selatan, Sumatera Barat itu menerangkan, setelah mengikuti event itu, ia bersama mahasiswa mencoba memasarkan sambal tempoyak ini melalui media sosial.

“Alhamdulillah mereka (mahasiswa, red) dapat memasarkan melalui Website. Para konsumen dari negara-negara luar itu, banyak membeli lewat Website kita,” ujarnya.

“Kalau mengirim ke konsumen luar negeri itu, ya kita pakai Cargo lah. Jadi pernah saya tanya konsumen itu, sambal tempoyak ini buat apa, kata konsumen di luar negeri itu untuk penganti selai roti. Ada juga di Thailand itu untuk campuran bumbu Tomyam,” tambah Pendrawati.

Pendrawati menjelaskan, sebelum makanan olahannya ini menjamur sampai ke luar negeri, terlebih dahulu sambal tempoyak miliknya ini mewakil Provinsi Jambi pada Trade Expo.

“Sebelum ke Trade Expo ini, saya pernah tampilkan makanan saya kepada staf Menteri Perdagangan waktu ke Jambi. Jadi waktu itu saya bukan jadi peserta, saya awalnya hanya ingin melihat saja, namun saat dimulai, para peserta banyak belum hadir. Karena saya hanya jadi penonton, ya saya hanya duduk di ruang tunggu saja. Lalu tiba-tiba bapak itu menegur saya, ya saya tegur kembali dan sambil bilang kalau saya juga dari UMKM. Kemudian bapak itu, langsung meminta saya untuk menunjukan produk saya. Saya sebut kalau saya bukan peserta, tapi bapak itu memaksa untuk melihat produk saya. Ya saya lihati lah, lalu produk saya menang dan mewakili Jambi,” imbuhnya.

Selanjutnya, Pendrawati pun berangkat ke Jakarta. Disana ia belajar selama 10 hari bagaimana cara memasarkan hingga mengekspor ke luar negeri.

“Waktu itu tepat di tahun 2019. Disana saya belajar selama 10 hari. Setelah itu baru produk saya ditampikan pada Trade Expo. Waktu disana saya bersamaan dengan Jkov Koffie dari Jambi. Jadi saat Trade Expo itu pesertanya 34 Provinsi yang diwakili 2 UMKM tiap provinsi,” ceritanya.

Pos terkait