Bujang Kuro menyatakan, saat turun ke lokasi proyek jalan lingkungan tersebut, pihaknya mendapati papan merek yang menginformasikan bahwa pembangunan jalan lingkungan tersebut bersumber dari Kementerian PUPR. Sayangnya, papan merek itu diletakkan di dalam salah satu rumah sehingga menyulitkan masyarakat untuk mendapat informasi.
“Papan mereknya ada kita temukan. Cuman tidak dipampang di lokasi proyek. Papan merek itu malah disembunyikan di dalam salah satu rumah yang ada di sana. Itu juga menurut kami suatu keanehan. Ada kesan proyek itu sengaja ditutup-tutupi,” pungkasnya. (uda)












